Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/42159
Title: Hukmu tanawuli al-adwiyah liman'i al-haid fi syahri ramadan wa al-haji 'inda al-syaikh yusuf al-qaradawi wa al-syaikh muhammad al-mukhtar al-syinqiti
Other Titles: al-adwiyah liman'i al-haid fi syahri
Authors: Munawir Ikhsan
Advisors: Aida Humaira
Issue Date: 25-Oct-2018
Publisher: Jakarta: Fakultas Dirasat Islamiyah UIN Syarif Hidayatullah
Abstract: Di zaman modern ini muncul metode pengobatan yang dapat menunda atau mengakhirkan siklus haid bagi perempuan. Dengan metode pengobatan seperti ini, perempuan dapat melaksanakan dan menyempurnakan ibadah di bulan Ramadhan sepenuhnya, begitu pula dalam pelaksanaan haji, mereka tidak khawatir lagi akan datangnya haid secara tiba-tiba ketika pelaksanaan ibadah haji yang dapat merusak syarat syahnya ibadah haji tersebut. Tetapi hal ini membuat kaum perempuan keluar dari kodratnya, karena haid adalah kodrat bagi perempuan. Maka dari itu, umat muslim membutuhkan penjelasan hukum masalah ini menurut syari’at Islam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan komparatif, dengan mendeskripsikan pendapat Syeikh Yusuf Al-Qaradhawi dan Syeikh Muhammad Al-Mukhtar As-Syinqithi tentang penggunaan obat penunda haid demi kepentingan ibadah puasa dan haji melalui kitab-kitab fatwa mereka. Kemudian penulis menganalisis setiap fatwa dan membandingkannya sehingga didapatkan pendapat yang sebaiknya dipilih dari keduanya. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui definisi haid menurut pendapat para ulama fiqih, dan mengetahui gambaran umum tentang obat penunda haid beserta penggunaannya menurut ilmu kedokteran dan ilmu fiqih, serta mengetahui perbedaan pendapat Syeikh Yusuf Al-Qaradhawi dan Syeikh Muhammad bin Muhammad Al-Mukhtar As-Syinqithi tentang hukum penggunaan obat penuda haid demi kepentingan ibadah puasa Ramadhan dan ibadah haji. Dan setelah penulis mengkaji serta membandingkan pemikiran Syeikh Yusuf Al-Qaradhawi dan Syeikh Muhammad Al-Mukhtar As-Syinqithi tentang hukum penggunaan obat penunda haid demi kepentingan ibadah puasa dan haji, dapat disimpulkan bahwa Syeikh Yusuf Al-Qaradhawi memperbolehkan (mubah) penggunaan obat ini selama tidak membawa dampak negatif dan harus dalam pengawasan dokter. Sedangkan Syeikh Muhammad bin Muhammad Al-Mukhtar As-Syinqithi melarang penggunaan obat ini karena obat ini membuat tubuh wanita keluar dari qadratnya, karena qadratnya wanita adalah haid, dan ini akan menimbulkan efek negatif pada tubuh wanita. Setelah dibandingkan, dalam hal ini pendapat Syekh Yusuf Al-Qaradhawi lebih relevan dengan keadaan zaman dan lebih mendatangkan maslahat, seperti contohnya dalam ibadah haji, wanita yang akan pergi haji sangat membutuhkan obat ini, karena jika tidak maka akan mengalami kesulitan jika di tengah-tengah pelaksanaan haji mereka mengalami haid. Begitu pula dalam berpuasa, karena dapat meringankan qadha berpuasa ketika khawatir tidak dapat meng-qadha di hari-hari biasa.
Description: 75 hal
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/42159
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
34. Munawir Ikhsan...11140600000013.pdf2.43 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.