Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/41770
Title: Hukmu Khitan al-mar'ati mongubingo wa tatbiq al-adati mopolihu lo limo fi gorotalo fi nazri al-syariah al-islamiyyah
Other Titles: al-mar'ati mongubingo wa tatbiq
Authors: Intan Fadihilah
Advisors: Aida Humaira
Issue Date: 4-Oct-2018
Publisher: Fakultas Dirasat Islamiyah
Abstract: Penelitian ini berkaitan dengan hukum sunat perempuan dan prakteknya di salah satu provinsi di Indonesia dalam hukum Islam. Tema dalam penelitian ini berdasar pada masalah sosial dan realitas yang tersebar dalam kehidupan masyarakat. Penelitian ini menggunakan tiga metode pendekatan. Pertama, pendekatan deskriptif guna menguraikan pandangan para ulama tentang masalah sunat dan analisa penulis terhadap penerapan adat di Gorontalo dalam hukum Islam. Kedua, metode pendekatan lapangan dengan berdasar pengamatan kondisi sosial di Provinsi Gorontalo dan melakukan wawancara pribadi dengan masyarakat asli Gorontalo. Lalu yang terakhir adalah pendekatan analisis dengan melakukan pendalaman terhadap kitab-kitab terkait dan hasil pemikiran. Manfaat penelitian ini guna memberi pengetahuan bagi umat muslim mengenai sunat perempuan dan hukumnya dalam perspektif fikih, dan menginformasikan salah satu budaya sunat perempuan dan penerapan adatnya di Gorontalo yang merupakan salah satu provinsi di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberi pengetahuan makna sunat perempuan Mongubingo di Gorontalo dan menginfomasikan perihal hukum pelaksanaan Mongubingo serta analisa penerapan adat Mopolihu Lo Limu di Gorontalo dalam Islam. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa sunat peremuan Mongubingo adalah praktek pembersihan alat kelamin dari kelenjar haram yang terbawa bayi dari lahir. Dan setelah melihat apa yang terjadi pada masyarakat Gorontalo, peneliti berpendapat bahwa hukum penerapan sunat perempuan (Mongubingo) di Provinsi Gorontalo adalah boleh karena tidak bertentangan dengan syari’at. Dan hukum penerapan Mopolihu Lo Limu dalam prakteknya sejalan dengan syariat seperti optimisme yang baik adalah sunnah. Sedangkan sebagian prakteknya mengandung unsur dari takhayul.Takhayul merupakan bagian dari syirik yang meyakini manfaat dan bahaya, karena tindakan dengan adanya 2 keyakinan yang berdampak pada perbuatan. Takhayul ini merupakan bagian dari khurafat, dan khurafat adalah bagian dari syirik yang perlu dikoreksi maupun dihilangkan. Dan adapun praktek yang sama tanpa adanya keyakinan, maka semoga Allah menyelamatkannya, dan tidak termasuk dalam takhayul yang mengandung kesyirikan.
Description: Intan Fadhilah, Hukum Sunat Perempuan (Mongubingo) dan Praktek Adatnya di Gorontalo dalam Syari’at Islam.
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/41770
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
20. INTAN FADHILAH...pdf1.71 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.