Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/41764
Title: Maarif arus pemikiran islam dan sosial negara, agama dan problem perlindungan hak-hak asasi manusia
Authors: Ismatu Ropi
Issue Date: 1-Jul-2012
Abstract: Tulisan ini mendiskusikan model relasi antara negara dengan kelompok masyarakat baik mayoritas dan minoritas dalam kaitannya dengan ekskalasi konflik sosial yang marak terjadi. Model relasi yang terjadi dalam masyarakat dan model pengelolaan hubungan relasional antar etnik, agama dan suku yang dilakukan negara ternyata sedikit banyak memang ‘mensegregasi’ dan ‘mengisolasi’; membuat satu kelompok dengan yang lain sebenarnya terasing dan saling tidak mengenal (indifference), dan ini pada gilirannya menciptakan kelompok-kelompok homogen yang didasarkan pada latar belakang agama dan kepercayaan yang terus berada dalam comfort zone wilayah masing-masing tanpa pernah berusaha untuk keluar dan memperluas perspektif mereka sendiri, atau mampu untuk menghargai secara lentur perbedaan, dan hidup dalam mutual trust antar-warga; sebuah sikap saling percaya dalam hidup bersama penuh kesantunan. Konflik sektarian berdasarkan etnis dan suku yang terjadi di Lampung Selatan pada akhir Oktober 2012 dan pada saat yang sama juga terjadi di beberapa tempat lain seperti penyerangan terus menerus terhadap aset kelompok minoritas agama (utamanya rumah dan tempat ibadah) seperti Ahmadiyah di beberapa tempat menjadi justifikasi dari munculnya enclaveenclave sektarian ini. Bagian kedua tulisan ini melihat berkembangnya kecenderungan baru yang mengatasnamakan kepentingan mayoritas untuk menggunakan celah-celah yang ada dalam berbagai aturan negara dalam mobilisasi opini dan massa yang berujung pada tindakan kekerasan terhadap kelompok minoritas atau terhadap cara pandang yang berbeda. Fenomena yang disebut sebagai legal jihad sebagai sebuah strategi ini sebenarnya relatif baru dalam literatur studi regulasi dan hukum di tanah air. Model ini ‘mengedepankan’ pentingnya proses dan penegakan hukum positif di pengadilan tetapi pada saat yang sama terus membangun opini publik perlawanan untuk membuat kelompok atau cara pandang yang berseberangan dengan mereka yang kehilangan legitimasi, terintimidasi; dan oleh karena itu kelompok minoritas atau cara pandang yang berbeda itu seolah-olah bagian dari konspirasi kejahatan.
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/41764
Appears in Collections:Buku

Files in This Item:
File SizeFormat 
Ismatu Ropi Minoritas, Legal Jihad dan Peran Negara.pdf1.66 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.