Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/41736
Title: Hermeneutika Moderat
Authors: Ahmad Hifni
Advisors: Sukron Kamil
Keywords: hermeneutika moderat;Paul Ricoeur
Issue Date: Oct-2018
Publisher: Jakarta: Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah
Abstract: Tesis ini membahas hermeneutika moderat dalam kajian ta’w ī l ‘Abdul alQāhir al-Jurjānī (w. 471/474) dan hermeneutika Paul Ricoeur (1913-2005). Penelitian ini dimaksudkan untuk memaparkan lebih lanjut rasionalitas pentingnya interkoneksi dan integrasi antara teori-teori hermeneutika yang berkembang di Barat dan khazanah studi ta’w ī l yang berkembang di dunia Islam. Penulis menggunakan istilah hermeneutika moderat untuk mengacu kepada pemikiran al-Jurjānī dan Paul Ricoeur. Keduanya memiliki pemikiran yang distingtif, yaitu menjembatani hermeneutika rekonstruktif (objektif) dan hermeneutika konstruktif (subjektif), atau apa yang disebut Ricoeur dengan in medias r es , yaitu jalan tengah di antara beragam corak hermeneutika ( ta’w ī l ) yang saling berseberangan. Penelitian ini termasuk penelitian kepustakaan ( library research ); dengan menelaah bahan-bahan pustaka, baik berupa buku, ensiklopedia dan sumber-sumber lain yang relevan dengan topik yang dikaji. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah kitab Dal ā il al - I’jaz dan Asr ā r al - Bal ā g h ah karya al-Jurjānī dan buku The Conflict of Interpretations Essays in Hermeneutics dan Hermeneutics and Human Sciences karya Paul Ricoeur. Adapun operasional metodologis penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahap; mengumpulkan, mengklasifikasi, mengolah dan menginterpretasi. Tesis ini menyimpulkan tiga poin besar; pertama , teori ta’w ī l yang berkembang di dunia Islam sebanding dengan ragam hermeneutika modern yang berkembang di dunia Barat termasuk kecenderungan objektif dan subjektifnya. Kedua , kendati hermeneutika dan ta’w ī l sebagai teori pengkajian teks keagamaan menjadi problematik di kalangan konservatif, namun hermeneutika sebagai teori kritik sastra tidak terjadi penolakan karena sastra dianggap tidak menyangkut persoalan keyakinan keagamaan. Ketiga , Al-Jurjānī adalah pencetus teori strukturalisme dan semiotika klasik sebelum diperkenalkan Ferdinand de Saussure dan Roland Barthes di era modern.
Description: xii,145
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/41736
Appears in Collections:Tesis

Files in This Item:
File SizeFormat 
Ahmad Hifni.pdf3.96 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.