Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/41732
Title: Integrasi kedokteran islam dan kedokteran modern : Studi bekam terhadap hemoglobin
Authors: Agus Rahmadi
Advisors: Fuad Jabali
Keywords: bekam; perdarahan; hemoglobin
Issue Date: Sep-2018
Publisher: Jakarta: Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah
Abstract: Bekam erat kaitannya dengan proses pengeluaran darah, sehingga banyak kekhawatiran akan terjadi efek penurunan hemoglobin akibat proses pembekaman. Karena salah satu penyebab penurunan hemoglobin adalah perdarahan. Teori ini didukung oleh penelitian yang dilakukan di Korea oleh Kim, Shon, lee dan rekan serta penelitian yang dilakukan di Turki oleh Akdogan dan rekan. Namun ada sesuatu yang unik dalam proses pembekaman pada penelitian yang dilakukan di Iran oleh Mahdawi dan rekan serta di Arab Saudi oleh Mourad dan rekan, dimana keduanya menyebutkan bahwa adanya peningkatan konsentrasi hemoglobin di dalam darah setelah dilakukan proses pembekaman. Posisi penelitian ini ingin menggambarkan fakta ilmiah bahwa bekam sebagai salah satu representasi tradisi kenabian dalam pengobatan seharusnya tidak menyebabkan penurunan hemoglobin , namun sejauh mana kemampuan tubuh dalam mentoleransi banyaknya darah yang keluar akibat proses pembekaman. Sumber penelitian ini bersifat eksperimental dengan menggunakan pendekatan prospective design . Rancangan penelitian ini memakai simple random sampling pre test and post test without control group design yang dilakukan pada manusia sebagai subyek penelitian . Untuk mengetahui sejauh mana gambaran kadar hemoglobin setelah dilakukan pembekaman, maka dilakukan pembekaman dengan jumlah titik bekam sebanyak 5 titik pada kelompok pertama dan 9 titik pada kelompok kedua dengan jumlah tusukan masing – masing titik adalah 20 tusukan. Pengukuran kadar hemoglobin dilakukan sebelum proses pembekaman, sesaat, 24 jam dan 5 hari sesudah proses pembekaman. Pemeriksaan kadar hemoglobin melalui pengambilan darah kapiler di jari dengan menggunakan Sahli dan Stik Dari penelitian ini didapatkan hasil bahwa bekam dengan 5 titik dan 9 titik tidak menyebabkan penurunan kadar hemoglobin secara bermakna, bahkan bekam dapat menaikkan konsentrasi kadar hemoglobin pada 9 titik sesaat sesudah proses pembekaman karena darah yang keluar mayoritas merupakan cairan interstisial bukan sel darah utuh, walaupun ada sel darah utuh yang keluar hanya sebagian kecil akibat trauma dari penusukkan.
Description: 133
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/41732
Appears in Collections:Tesis

Files in This Item:
File SizeFormat 
Agus Rahmadi.pdf4.13 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.