Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/41728
Title: PDI Perjuangan dan islam: Kajian atas akomodasi islam dalam politik
Authors: Idris Thaha
Advisors: Din Syamsuddin
Issue Date: Feb-2018
Publisher: Jakarta: Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah
Abstract: Temuan penting penelitian disertasi ini adalah adanya bukti kuat dengan diungkapkannya bahwa PDI Perjuangan mengakomodasi aspirasi umat Islam di Indonesia. Akomodasi politik itu mencakup beberapa hal. Antara lain, akomodasi struktural di tingkat DPP PDI Perjuangan, akomodasi institusional dengan pendirian organisasi sayap (Bamusi), akomodasi elite partai dengan perekrutan aktivis Muslim dalam struktur DPP Perjuangan dan menempati jabatan strategis seperti sekretaris jenderal, dan akomodasi aktivitas keagamaan dan regulasi bernomenklatur Islam. Dengan akomodasi politik itu, PDI Perjuangan berhasil membuktikan kemampuannya mengintegrasikan atau mengkonvergensi nilai-nilai keagamaan dan nilai-nilai kebangsaan. Dikotomi keislaman dan keindonesiaan tampak semakin mencair, walau politik aliran masih belum bisa dihapus dalam peta perpolitikan Indonesia, khususnya pasca Orde Baru. Politik aliran masih relavan, meski pertentangannya tidak seekstrem pada masa pemilu 1955. Secara eksternal, akomodasi politik PDI Perjuangan itu merupakan keniscayaan dan keharusan yang tidak mungkin dihindari. Hal ini karena para pemberi hak suara pada pemilu berasal dari kalangan Muslim moderat yang mayoritas secara demografis. Begitu pula karena adanya persamaan ideologi antarpartai politik—kecuali partai-partai tertentu yang berasaskan pada agama (Islam). Secara internal, akomodasi politik itu penting demi perbaikan citra negatif yang selalu disandangkan kepada PDI Perjuangan setiap pemilu, yang tentu saja karena tidak menguntungkan bagi masa depan partai. Data-data temuan penelitian ini diperoleh dengan metode kualitatif. Dalam penelitian ini digunakan format desain deskriptif, khususnya dalam bentuk studi kasus (case study research), yaitu mengklarifikasi fenomena dan kenyataan politik di dalam PDI Perjuangan. Data-data itu juga dapat diungkap melalui pendekatan historis, behavioral, dan institusional. Metode ini didukung dua teori utama: akomodasi politik (hubungan agama dan politik) dan politik aliran, dan diperkuat dua teori pendukung: kelompok kelembagaan (institutional groups) dan elite politik (political elites). Temuan penelitian ini secara teoritis berimplikasi pada semakin relevannya akomodasi politik, khususnya partai-partai nasionalis seperti PDI Perjuangan. Keislaman dan keindonesiaan semakin terintegrasi dan terkonvergensi. Dan pada gilirannya, meski tidak mungkin dihapus dalam peta politik Indonesia, politik aliran semakin mencair—tidak seantagonistis pada masa pemilu Orde Lama
Description: xiv,349
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/41728
Appears in Collections:Disertasi



Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.