Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/41726
Title: Pendidkan sekolah berbasis agama dalam persfektif multikultural
Authors: Muhammad Abrar Parinduri
Advisors: Abudin Nata
Issue Date: Nov-2017
Publisher: Jakarta: Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah
Abstract: Penelitian ini membuktikan bahwa pendidikan yang menanamkan ragam perbedaan agama, budaya, dan ras dapat menumbuhkan sikap dan perilaku multikultural. Implementasi penanaman sikap dan perilaku multikultural pada sekolah berbasis agama dilakukan dengan cara antara lain: Pertama , melalui kebijakan sekolah ditandai dengan adanya kesediaan untuk menerima siswa dengan latar belakang agama yang berbeda; Kedu a , internalisasi nilai-nilai multikultural melalui pengembangan kurikulum dan proses belajar mengajar; Ketiga , proses interaksi sosial yang terjadi di masing-masing sekolah telah memberikan pelayanan yang sama terhadap semua peserta didik ( equality ), mengembangkan prasangka yang baik di kalangan siswa dan memberikan penghargaan yang sama terhadap nilai-nilai budaya berbeda yang dikembangkan. Hasil penelitian ini mendukung argumen James A Banks (2008), yang menyatakan bahwa untuk memberikan kesempatan yang sama dalam mencapai prestasi akademis di sekolah baik siswa pria maupun wanita, siswa berkebutuhan khusus, dan siswa yang merupakan anggota dari kelompok ras, etnis, dan kultur yang beragam diperlukan sebuah konsep pendidikan multikultural yang mengakui dan menilai pentingnya keragaman budaya dan etnis di dalam bentuk gaya hidup, pengalaman sosial, identitas pribadi, kesempatan pendidikan dari individu, kelompok maupun negara. Ia mendefinisikan pendidikan multikultural adalah ide, gerakan, dan pembaharuan pendidikan. Pada saat bersamaan penelitian ini memiliki perbedaan dengan Lihua Geng (2013) dan Lillian R Robinson (2010) yang menempatkan guru dan kepala sekolah sebagai faktor utama dalam menciptakan pelaksanaan pendidikan multikultural yang baik di sekolah. Menurut peneliti guru dan kepala sekolah hanya salah satu faktor dan bukan faktor utama karena terdapat faktor lain yang memungkinkan dapat mempengaruhi pelaksanaan pendidikan multikultural di sekolah-sekolah. Selain itu penelitian ini juga berbeda dengan Larry L Zimmerman (2007) mengatakan bahwa identitas kebudayaan nasional seseorang akan semakin kuat jika dihadapkan dengan kebudayaan-kebudayaan yang berbeda. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Muhammadiyah-37 Air Joman dan SMA Methodist Kuala sejak Juli 2015 sampai dengan Oktober 2017. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan studi lapangan dan studi kepustakaan. Metode kualitatif digunakan untuk memperoleh pemahaman mendalam tentang indikator dari beberapa jawaban, khususnya yang berkaitan dengan pendidikan multikultural di sekolah berbasis agama, fokusnya adalah situasi atau siswa tertentu, dan penekanannya pada makna yang ditafsirkan berdasarkan ungkapan-ungkapan dari pemberi informasi. Adapun sumber data utama (primer) iv dalam penelitian ini adalah data-data yang diperoleh dari penelitian lapangan ( field research ) melalui wawancara kepada Ketua Yayasan, Komite Sekolah, Kepala Sekolah, Guru bidang studi agama dan umum, dokumen-dokumen yang mendukung data penelitian serta beberapa siswa di masing-masing sekolah berbasis agama. Sedangkan data sekunder diperoleh dari bahan-bahan pustaka yang relevan dengan pendidikan multikultural yang tersebar di banyak literatur, buku-buku yang berkaitan dengan pembahasan, artikel-artikel otoritatif yang ditulis oleh ahlinya, untuk memperkuat analisis empiris dalam menjawab permasalahanan penelitian.
Description: vi,220
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/41726
Appears in Collections:Disertasi



Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.