Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/41725
Title: Akhlak sebagai sarana mencapai kebahagiaan dalam perspektif psikologi Ibn Miskawaih
Authors: Rifyal Novalia
Advisors: Yunasril Ali
Issue Date: Dec-2014
Publisher: Jakarta: Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah
Abstract: Penelitian ini menyimpulkan bahwa setiap manusia dilahirkan membawa fitrah beragama, yang di dalamnya tersimpan fitrah moraletis. Karena itu secara fitri manusia tidak bisa lepas dari ketentuan baik dan buruk. Tanpa memperhatikan baik dan buruk kebahagiaan tidak mungkin dapat diraih. Dari itu, semakin berakhlak seseorang semakin terbuka baginya meraih kebahagiaan. Penelitian ini mengungkapkan bahwa akhlak dapat dijadikan sarana dalam mencapai kebahagiaan. Pada hakikatnya kebahagiaan mengandung makna kehidupan yang baik, dan dapat dirasakan pada wilayah internal maupun eksternal. Kehidupan yang baik tidak terlepas dari rasa aman dan tenteram, hal tersebut merupakan dua unsur mutlak dari rasa kebahagiaan. Oleh karena itu untuk menciptakan keamanan dan ketentraman hidup peran akhlak dapat dijadikan cara praktis dalam menumbuhkan perasaan bahagiaan yang transenden. Penelitian ini mengungkapkan dimana kebahagiaan yang bersifat jasmaniyyah (fisikal), tidak dapat dikatakan sebagai kebahagiaan yang sebenarnya, karena kebahagiaan pada hakikatnya merupakan puncak dari kebaikan sehingga tidak ada keinginan untuk mendapatkan kebaikan lain lagi. Jika kebahagiaan diartikan sebagai kesenangan dan kenikmatan fisikal, maka dengan berbagai cara dilakukan untuk memenuhi kesenangan dan kenikmatan yang tidak mengenal batas. Pada akhirnya bukan kebahagiaan yang didapatkan akan tetapi pemuasan kecenderungan nafsu yang lebih mengarah pada kesengsaraan dan kesembrautan hidup. Penelitian ini mendukung pandangan-pandangan Mulyadhi Kartanegara, Abuddin Nata, Didin Hafidhuddin, M. Fuad Nazar, Asmaran As, Zhang Chunyu. Yang memandang bahwa akhlak memegang peran sangat penting dalam mengantarkan manusia untuk bisa meraih kebahagiaan jiwanya. Sebaliknya, Penelitan ini tidak sejalan dengan pandangan Sigmund Freud dan Bertrand Russell yang berpandangan bahwa kebahagiaan hanya bisa dicapai dengan memberikan kebebasan tanpa batas kepada setiap individu, baik itu berupa hambatan moral maupun agama pada umumnya.
Description: xvi,134
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/41725
Appears in Collections:Tesis

Files in This Item:
File SizeFormat 
Rifyal Novalia.pdf3.43 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.