Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/41653
Title: Epistemologi balagah studi atas miftaḥ al-'ulum karya al-Sakaki
Authors: Daud lintang
Advisors: Sukron Kamil
Issue Date: Nov-2017
Publisher: Jakarta: Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah
Abstract: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui teori penulisan yang dilakukan oleh al-Sakaki dalam karyanya Mift ā h al - ‘Ul ū m . Mift ā h al - ‘Ul ū m dipandang sebagai warisan ilm b al ā ghah yang sangat memukau banyak ahli. Telah dikemukan oleh Al-Suyuthi (1979 M) dan Abbas Baidhun (2013 M) bahwa Mift ā h al - ‘Ul ū m adalah karya seni linguistic yang sangat brilian bahkan mereka menjuluki al-Sakaki sebagai bapak ilm b al ā ghah , karena telah melahirkan teori-teori penting dalam berbahasa. Yusuf Rizqah (1999 M) menyebutnya dengan istilah Qaw ā ’id wa Dzawq al - Lughowiyyah dengan menggunakan empirisme (a l - bay ānī ) , rasionalisme (al - burh ānī ) dan intuisionisme (al - ‘irf ānī ). Kendati demikian, penelitian ini berbeda pendapat dengan Khaṭib alQazwaini (1268 M), Muhammad Waqidi (1999 M), Tammam Hassan (2011 M) yang mengatakan bahwa Mift ā h al - ‘Ul ū m banyak kelemahan dan kekurangannya, hingga pada akhir abad ke-7 H al-Qazwaini pun melakukan sebuah terobosan baru dengan menkonsktuksi kembali karya tersebut, kemudian dikenal dengan Talkhis Mift ā h ‘Ul ū m . Bahkan, Ali Nikmah (2013) mengemukakan bahwa epistemologi Mift ā h al - ‘Ul ū m adalah murni rasionalisme, karena di dalamnya memuat Grammar Language. Penulis menggunakan metode penelitian bahasa secara sinkronis yaitu penelitian deskriptif dan pendekatan hermeneutika rekonstruksi. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, jenis studi literatur atau kepustakaan. Tesis ini menyimpulkan bahwa proses epistemologi al-Sakaki melalui sarana pencapaian ilmu pengetahuan merupakan sebuah sintetik-integralistik yang mengkombinasikan ketiga epistemologi sekaligus yakni dengan cara menempatkan ketiga sarana pencapaian ilmu panca indera, akal dan intuisi pada proporsinya, dan pada kenyataannya ditemukan bahwa Mift ā h al - ‘Ul ū m bagaikan kaidah sintaksis dan belum mengarah kepada artistik sebagai tujuan utama ilmu balagah. Dalam penelitian ini penulis mendukung pendapat yang dikemukakan oleh al-Qazwaini dan Ali Nikmah tentang penyempurnaan epistemologi penulisan Mift ā h al - ‘Ul ū m agar menjadikan keduanya seimbang sesuai tujuan keilmuannya yakni Qaw ā ’ i d i y y a h w a D h a w q i y y a h . Sebagaimana disarankan oleh Tamman Hassan untuk meninjau ulang keilmuannya dengan mengunnakan metode critical linguistic
Description: xii,166
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/41653
Appears in Collections:Tesis

Files in This Item:
File SizeFormat 
DAUD LINTANG.pdf4.61 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.