Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/41607
Title: Analisis framing berita penangkapan nazaruddin terkait kasus suap wisma atlet di Harian Umum Media Indonesia dan Harian Republika
Other Titles: --
Authors: Nurhidayati
Advisors: Ade Rina Farida
Keywords: Nazaruddin, Analisis Framing;Kebijakan Redaksi, Ideologi
Issue Date: 25-Jan-2013
Publisher: Jakarta: Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah
Series/Report no.: --;--
Abstract: Pemberitaan media massa di Indonesia selama bulan Agustus 2011 disibukkan dengan kasus penangkapan Nazaruddin terkait kasus suap wisma atlet SEA Games di Jakabaring, Palembang. Nazaruddin ditangkap di Kolombia saat sedang berada di kota wisata Cartagena, Kolombia. Nazaruddin telah menjadi buron interpol sejak ia melarikan diri ke Singapura pada 23 Mei 2011 dengan menggunakan paspor milik sepupunya, Syarifuddin. Dengan bantuan interpol Kolombia akhirnya Nazaruddin berhasil ditangkap tanggal 7 Mei 2011. Berbagai kejanggalanpun muncul pada saat pemulangan Nazaruddin ke Indonesia yang dijemput oleh tim penjemput yang terdiri dari Polri, KPK dan Interpol. Mulai dari dana penjemputan yang dikeluarkan mencapai 4 millliar rupiah hingga perlakuan istimewa seperti pejabat yang diterima Nazaruddin ketika sampai di Jakarta. Berdasarkan pemaparan di atas, timbul pertanyaan, bagaimana Harian Umum Media Indonesia dan Republika membingkai kasus penangkapan Nazaruddin terkait kasus suap wisma atlet? Bagaimana aspek produksi teks berdasarkan asumsi data di Harian Umum Media Indonesia dan Harian Republika? Penelitian ini menggunakan teori konstruksi realitas milik Peter L. Berger, menurut berger ada tiga tahapan proses dialektis yaitu eksternalisasi, objektivasi dan internalisasi. Dalam menganalisis permasalahan ini, metode yang digunakan peneliti adalah metode analisis framing konsep Zhongdang Pan dan Gerald Kosicki. Model framing Pan dan Kosicki dibagi menjadi empat struktur besar yaitu sintaksis, skrip, tematik dan retoris. Keempat struktur tersebut merupakan satu rangkaian yang dapat menunjukkan framing dari suatu media. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini berlandaskan pada paradigma konstruksitivisme maka penelitian ini bersifat kualitatif. Menurut kaum konstruktivisme, realitas bersifat subjektif dan realitas tercipta melalui konstruksi. Wartawan bertindak sebagai pengkonstruksi realitas. Sedangkan pendekatan kualitatif adalah sebuah penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa katakata tertulis atau lisan dari orang-orang. Penelitian ini menemukan bahwa Harian Umum Media Indonesia membingkai pemberitaan penangkapan Nazaruddin sebagai masalah hukum. Sehingga kasus Nazaruddin ini menjadi concern dari setiap pemberitaan di Harian Umum Media Indonesia. Sedangkan Harian Republika membingkai pemberitaan penangkapan Nazaruddin sebagai masalah hukum dan moral/etika. Republika adalah koran yang memiliki ideologi keislaman yang lebih menekankan pada sikap menghargai sesama manusia, khususnya sesama muslim. Akan tetapi terkait kasus Nazaruddin ini adalah masalah hukum, maka akan dituntaskan hingga akhir setiap perberitaan yang ada walau tidak menjadi concern dari pemberitaan yang ada di Republika. Kata kunci: Nazaruddin, Analisis Framing, Kebijakan Redaksi, Ideologi
Description: ix. 115 hlm,; 29 cm
metadata.dc.description.uri: --
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/41607
ISSN: --
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
NURHIDAYATI-FDK.pdf25.87 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.