Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/41489
Title: Kecerdasan Emosional Dan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam
Authors: Annisa Nur Fajrindy
Advisors: Suparto
Issue Date: Nov-2014
Publisher: Sekolah Pascasarjana Universitas Islam Negri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta
Abstract: Tesis ini menganalisis teori yang dikemukakan oleh beberapa akademisi yang mengatakan bahwa kecerdasan emosional berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar. Semakin tinggi tingkat kecerdasan emosional maka semakin tinggi tingkat prestasi belajar. Dasar pemikirannya adalah bahwa kecerdasan emosional merupakan paradigma baru dalam proses belajar mengajar yang selama ini bertumpu pada keyakinan bahwa kecerdasan intelektual merupakan faktor penentu keberhasilan seseorang Tesis ini mendukung beberapa teori diantaranya Parker (2004) dan Ogundokun (2010) yang mengatakan bahwa berbagai dimensi kecerdasan emosional merupakan prediktor keberhasilan akademis. Kanhai (2014), Aremu (2006) dan Nwadinigwe (2012) mengatakan bahwa terdapat hubungan positif antara kecerdasan emosional dan prestasi belajar, sehingga berkembangnya keterampilan kecerdasan emosional siswa akan mengarah pada peningkatan prestasi akademiknya. Selanjutnya, tesis ini menolak pendapat Asikhia (2010), Adegbite (2005), Edun dan Akanji (2008) yang mengatakan bahwa penurunan prestasi akademik disebabkan sikap guru dalam mengajar dan otoritas sekolah. Lamson, Thorndike dan Hagen yang mengatakan bahwa prestasi belajar yang didapat berbanding lurus dengan tingkat kecerdasan intelektualnya sehingga tidak ada hubungan antara kecerdasan emosional dan prestasi belajar. Tesis ini menunjukkan bahwa tingkat kecerdasan emosional memberi kontribusi pada prestasi belajar Pendidikan Agama Islam sebesar 67,0%. Hal ini dikarenakan kecerdasan emosional berkaitan dengan pengendalian emosi untuk lebih tenang dan berkosentrasi dalam belajar, serta memotivasi untuk lebih tekun dalam belajar. Sumber data dalam penelitian ini adalah data lapangan berupa hasil data statistik mendalam mengenai pengaruh kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar PAI siswa Sekolah Lanjutan Sekolah Alam Indonesia (SAI) dengan jumlah responden 90 siswa. Sedangkan sumber skunder penelitian ini adalah buku-buku, artikel dan jurnal yang berkaitan dengan penelitian ini. Untuk melengkapi penelitian maka peneliti juga melakukan wawancara dan observasi lapangan. Sedangkan metode dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif yang kemudian data dideskriptifkan. x Tesis ini menganalisis teori yang dikemukakan oleh beberapa akademisi yang mengatakan bahwa kecerdasan emosional berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar. Semakin tinggi tingkat kecerdasan emosional maka semakin tinggi tingkat prestasi belajar. Dasar pemikirannya adalah bahwa kecerdasan emosional merupakan paradigma baru dalam proses belajar mengajar yang selama ini bertumpu pada keyakinan bahwa kecerdasan intelektual merupakan faktor penentu keberhasilan seseorang Tesis ini mendukung beberapa teori diantaranya Parker (2004) dan Ogundokun (2010) yang mengatakan bahwa berbagai dimensi kecerdasan emosional merupakan prediktor keberhasilan akademis. Kanhai (2014), Aremu (2006) dan Nwadinigwe (2012) mengatakan bahwa terdapat hubungan positif antara kecerdasan emosional dan prestasi belajar, sehingga berkembangnya keterampilan kecerdasan emosional siswa akan mengarah pada peningkatan prestasi akademiknya. Selanjutnya, tesis ini menolak pendapat Asikhia (2010), Adegbite (2005), Edun dan Akanji (2008) yang mengatakan bahwa penurunan prestasi akademik disebabkan sikap guru dalam mengajar dan otoritas sekolah. Lamson, Thorndike dan Hagen yang mengatakan bahwa prestasi belajar yang didapat berbanding lurus dengan tingkat kecerdasan intelektualnya sehingga tidak ada hubungan antara kecerdasan emosional dan prestasi belajar. Tesis ini menunjukkan bahwa tingkat kecerdasan emosional memberi kontribusi pada prestasi belajar Pendidikan Agama Islam sebesar 67,0%. Hal ini dikarenakan kecerdasan emosional berkaitan dengan pengendalian emosi untuk lebih tenang dan berkosentrasi dalam belajar, serta memotivasi untuk lebih tekun dalam belajar. Sumber data dalam penelitian ini adalah data lapangan berupa hasil data statistik mendalam mengenai pengaruh kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar PAI siswa Sekolah Lanjutan Sekolah Alam Indonesia (SAI) dengan jumlah responden 90 siswa. Sedangkan sumber skunder penelitian ini adalah buku-buku, artikel dan jurnal yang berkaitan dengan penelitian ini. Untuk melengkapi penelitian maka peneliti juga melakukan wawancara dan observasi lapangan. Sedangkan metode dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif yang kemudian data dideskriptifkan. Tesis ini menganalisis teori yang dikemukakan oleh beberapa akademisi yang mengatakan bahwa kecerdasan emosional berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar. Semakin tinggi tingkat kecerdasan emosional maka semakin tinggi tingkat prestasi belajar. Dasar pemikirannya adalah bahwa kecerdasan emosional merupakan paradigma baru dalam proses belajar mengajar yang selama ini bertumpu pada keyakinan bahwa kecerdasan intelektual merupakan faktor penentu keberhasilan seseorang Tesis ini mendukung beberapa teori diantaranya Parker (2004) dan Ogundokun (2010) yang mengatakan bahwa berbagai dimensi kecerdasan emosional merupakan prediktor keberhasilan akademis. Kanhai (2014), Aremu (2006) dan Nwadinigwe (2012) mengatakan bahwa terdapat hubungan positif antara kecerdasan emosional dan prestasi belajar, sehingga berkembangnya keterampilan kecerdasan emosional siswa akan mengarah pada peningkatan prestasi akademiknya. Selanjutnya, tesis ini menolak pendapat Asikhia (2010), Adegbite (2005), Edun dan Akanji (2008) yang mengatakan bahwa penurunan prestasi akademik disebabkan sikap guru dalam mengajar dan otoritas sekolah. Lamson, Thorndike dan Hagen yang mengatakan bahwa prestasi belajar yang didapat berbanding lurus dengan tingkat kecerdasan intelektualnya sehingga tidak ada hubungan antara kecerdasan emosional dan prestasi belajar. Tesis ini menunjukkan bahwa tingkat kecerdasan emosional memberi kontribusi pada prestasi belajar Pendidikan Agama Islam sebesar 67,0%. Hal ini dikarenakan kecerdasan emosional berkaitan dengan pengendalian emosi untuk lebih tenang dan berkosentrasi dalam belajar, serta memotivasi untuk lebih tekun dalam belajar. Sumber data dalam penelitian ini adalah data lapangan berupa hasil data statistik mendalam mengenai pengaruh kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar PAI siswa Sekolah Lanjutan Sekolah Alam Indonesia (SAI) dengan jumlah responden 90 siswa. Sedangkan sumber skunder penelitian ini adalah buku-buku, artikel dan jurnal yang berkaitan dengan penelitian ini. Untuk melengkapi penelitian maka peneliti juga melakukan wawancara dan observasi lapangan. Sedangkan metode dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif yang kemudian data dideskriptifkan. Tesis ini menganalisis teori yang dikemukakan oleh beberapa akademisi yang mengatakan bahwa kecerdasan emosional berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar. Semakin tinggi tingkat kecerdasan emosional maka semakin tinggi tingkat prestasi belajar. Dasar pemikirannya adalah bahwa kecerdasan emosional merupakan paradigma baru dalam proses belajar mengajar yang selama ini bertumpu pada keyakinan bahwa kecerdasan intelektual merupakan faktor penentu keberhasilan seseorang Tesis ini mendukung beberapa teori diantaranya Parker (2004) dan Ogundokun (2010) yang mengatakan bahwa berbagai dimensi kecerdasan emosional merupakan prediktor keberhasilan akademis. Kanhai (2014), Aremu (2006) dan Nwadinigwe (2012) mengatakan bahwa terdapat hubungan positif antara kecerdasan emosional dan prestasi belajar, sehingga berkembangnya keterampilan kecerdasan emosional siswa akan mengarah pada peningkatan prestasi akademiknya. Selanjutnya, tesis ini menolak pendapat Asikhia (2010), Adegbite (2005), Edun dan Akanji (2008) yang mengatakan bahwa penurunan prestasi akademik disebabkan sikap guru dalam mengajar dan otoritas sekolah. Lamson, Thorndike dan Hagen yang mengatakan bahwa prestasi belajar yang didapat berbanding lurus dengan tingkat kecerdasan intelektualnya sehingga tidak ada hubungan antara kecerdasan emosional dan prestasi belajar. Tesis ini menunjukkan bahwa tingkat kecerdasan emosional memberi kontribusi pada prestasi belajar Pendidikan Agama Islam sebesar 67,0%. Hal ini dikarenakan kecerdasan emosional berkaitan dengan pengendalian emosi untuk lebih tenang dan berkosentrasi dalam belajar, serta memotivasi untuk lebih tekun dalam belajar. Sumber data dalam penelitian ini adalah data lapangan berupa hasil data statistik mendalam mengenai pengaruh kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar PAI siswa Sekolah Lanjutan Sekolah Alam Indonesia (SAI) dengan jumlah responden 90 siswa. Sedangkan sumber skunder penelitian ini adalah buku-buku, artikel dan jurnal yang berkaitan dengan penelitian ini. Untuk melengkapi penelitian maka peneliti juga melakukan wawancara dan observasi lapangan. Sedangkan metode dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif yang kemudian data dideskriptifkan. Tesis ini menganalisis teori yang dikemukakan oleh beberapa akademisi yang mengatakan bahwa kecerdasan emosional berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar. Semakin tinggi tingkat kecerdasan emosional maka semakin tinggi tingkat prestasi belajar. Dasar pemikirannya adalah bahwa kecerdasan emosional merupakan paradigma baru dalam proses belajar mengajar yang selama ini bertumpu pada keyakinan bahwa kecerdasan intelektual merupakan faktor penentu keberhasilan seseorang Tesis ini mendukung beberapa teori diantaranya Parker (2004) dan Ogundokun (2010) yang mengatakan bahwa berbagai dimensi kecerdasan emosional merupakan prediktor keberhasilan akademis. Kanhai (2014), Aremu (2006) dan Nwadinigwe (2012) mengatakan bahwa terdapat hubungan positif antara kecerdasan emosional dan prestasi belajar, sehingga berkembangnya keterampilan kecerdasan emosional siswa akan mengarah pada peningkatan prestasi akademiknya. Selanjutnya, tesis ini menolak pendapat Asikhia (2010), Adegbite (2005), Edun dan Akanji (2008) yang mengatakan bahwa penurunan prestasi akademik disebabkan sikap guru dalam mengajar dan otoritas sekolah. Lamson, Thorndike dan Hagen yang mengatakan bahwa prestasi belajar yang didapat berbanding lurus dengan tingkat kecerdasan intelektualnya sehingga tidak ada hubungan antara kecerdasan emosional dan prestasi belajar. Tesis ini menunjukkan bahwa tingkat kecerdasan emosional memberi kontribusi pada prestasi belajar Pendidikan Agama Islam sebesar 67,0%. Hal ini dikarenakan kecerdasan emosional berkaitan dengan pengendalian emosi untuk lebih tenang dan berkosentrasi dalam belajar, serta memotivasi untuk lebih tekun dalam belajar. Sumber data dalam penelitian ini adalah data lapangan berupa hasil data statistik mendalam mengenai pengaruh kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar PAI siswa Sekolah Lanjutan Sekolah Alam Indonesia (SAI) dengan jumlah responden 90 siswa. Sedangkan sumber skunder penelitian ini adalah buku-buku, artikel dan jurnal yang berkaitan dengan penelitian ini. Untuk melengkapi penelitian maka peneliti juga melakukan wawancara dan observasi lapangan. Sedangkan metode dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif yang kemudian data dideskriptifkan. Tesis ini menganalisis teori yang dikemukakan oleh beberapa akademisi yang mengatakan bahwa kecerdasan emosional berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar. Semakin tinggi tingkat kecerdasan emosional maka semakin tinggi tingkat prestasi belajar. Dasar pemikirannya adalah bahwa kecerdasan emosional merupakan paradigma baru dalam proses belajar mengajar yang selama ini bertumpu pada keyakinan bahwa kecerdasan intelektual merupakan faktor penentu keberhasilan seseorang Tesis ini mendukung beberapa teori diantaranya Parker (2004) dan Ogundokun (2010) yang mengatakan bahwa berbagai dimensi kecerdasan emosional merupakan prediktor keberhasilan akademis. Kanhai (2014), Aremu (2006) dan Nwadinigwe (2012) mengatakan bahwa terdapat hubungan positif antara kecerdasan emosional dan prestasi belajar, sehingga berkembangnya keterampilan kecerdasan emosional siswa akan mengarah pada peningkatan prestasi akademiknya. Selanjutnya, tesis ini menolak pendapat Asikhia (2010), Adegbite (2005), Edun dan Akanji (2008) yang mengatakan bahwa penurunan prestasi akademik disebabkan sikap guru dalam mengajar dan otoritas sekolah. Lamson, Thorndike dan Hagen yang mengatakan bahwa prestasi belajar yang didapat berbanding lurus dengan tingkat kecerdasan intelektualnya sehingga tidak ada hubungan antara kecerdasan emosional dan prestasi belajar. Tesis ini menunjukkan bahwa tingkat kecerdasan emosional memberi kontribusi pada prestasi belajar Pendidikan Agama Islam sebesar 67,0%. Hal ini dikarenakan kecerdasan emosional berkaitan dengan pengendalian emosi untuk lebih tenang dan berkosentrasi dalam belajar, serta memotivasi untuk lebih tekun dalam belajar. Sumber data dalam penelitian ini adalah data lapangan berupa hasil data statistik mendalam mengenai pengaruh kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar PAI siswa Sekolah Lanjutan Sekolah Alam Indonesia (SAI) dengan jumlah responden 90 siswa. Sedangkan sumber skunder penelitian ini adalah buku-buku, artikel dan jurnal yang berkaitan dengan penelitian ini. Untuk melengkapi penelitian maka peneliti juga melakukan wawancara dan observasi lapangan. Sedangkan metode dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif yang kemudian data dideskriptifkan. x Tesis ini menganalisis teori yang dikemukakan oleh beberapa akademisi yang mengatakan bahwa kecerdasan emosional berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar. Semakin tinggi tingkat kecerdasan emosional maka semakin tinggi tingkat prestasi belajar. Dasar pemikirannya adalah bahwa kecerdasan emosional merupakan paradigma baru dalam proses belajar mengajar yang selama ini bertumpu pada keyakinan bahwa kecerdasan intelektual merupakan faktor penentu keberhasilan seseorang Tesis ini mendukung beberapa teori diantaranya Parker (2004) dan Ogundokun (2010) yang mengatakan bahwa berbagai dimensi kecerdasan emosional merupakan prediktor keberhasilan akademis. Kanhai (2014), Aremu (2006) dan Nwadinigwe (2012) mengatakan bahwa terdapat hubungan positif antara kecerdasan emosional dan prestasi belajar, sehingga berkembangnya keterampilan kecerdasan emosional siswa akan mengarah pada peningkatan prestasi akademiknya. Selanjutnya, tesis ini menolak pendapat Asikhia (2010), Adegbite (2005), Edun dan Akanji (2008) yang mengatakan bahwa penurunan prestasi akademik disebabkan sikap guru dalam mengajar dan otoritas sekolah. Lamson, Thorndike dan Hagen yang mengatakan bahwa prestasi belajar yang didapat berbanding lurus dengan tingkat kecerdasan intelektualnya sehingga tidak ada hubungan antara kecerdasan emosional dan prestasi belajar. Tesis ini menunjukkan bahwa tingkat kecerdasan emosional memberi kontribusi pada prestasi belajar Pendidikan Agama Islam sebesar 67,0%. Hal ini dikarenakan kecerdasan emosional berkaitan dengan pengendalian emosi untuk lebih tenang dan berkosentrasi dalam belajar, serta memotivasi untuk lebih tekun dalam belajar. Sumber data dalam penelitian ini adalah data lapangan berupa hasil data statistik mendalam mengenai pengaruh kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar PAI siswa Sekolah Lanjutan Sekolah Alam Indonesia (SAI) dengan jumlah responden 90 siswa. Sedangkan sumber skunder penelitian ini adalah buku-buku, artikel dan jurnal yang berkaitan dengan penelitian ini. Untuk melengkapi penelitian maka peneliti juga melakukan wawancara dan observasi lapangan. Sedangkan metode dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif yang kemudian data dideskriptifkan. x Tesis ini menganalisis teori yang dikemukakan oleh beberapa akademisi yang mengatakan bahwa kecerdasan emosional berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar. Semakin tinggi tingkat kecerdasan emosional maka semakin tinggi tingkat prestasi belajar. Dasar pemikirannya adalah bahwa kecerdasan emosional merupakan paradigma baru dalam proses belajar mengajar yang selama ini bertumpu pada keyakinan bahwa kecerdasan intelektual merupakan faktor penentu keberhasilan seseorang Tesis ini mendukung beberapa teori diantaranya Parker (2004) dan Ogundokun (2010) yang mengatakan bahwa berbagai dimensi kecerdasan emosional merupakan prediktor keberhasilan akademis. Kanhai (2014), Aremu (2006) dan Nwadinigwe (2012) mengatakan bahwa terdapat hubungan positif antara kecerdasan emosional dan prestasi belajar, sehingga berkembangnya keterampilan kecerdasan emosional siswa akan mengarah pada peningkatan prestasi akademiknya. Selanjutnya, tesis ini menolak pendapat Asikhia (2010), Adegbite (2005), Edun dan Akanji (2008) yang mengatakan bahwa penurunan prestasi akademik disebabkan sikap guru dalam mengajar dan otoritas sekolah. Lamson, Thorndike dan Hagen yang mengatakan bahwa prestasi belajar yang didapat berbanding lurus dengan tingkat kecerdasan intelektualnya sehingga tidak ada hubungan antara kecerdasan emosional dan prestasi belajar. Tesis ini menunjukkan bahwa tingkat kecerdasan emosional memberi kontribusi pada prestasi belajar Pendidikan Agama Islam sebesar 67,0%. Hal ini dikarenakan kecerdasan emosional berkaitan dengan pengendalian emosi untuk lebih tenang dan berkosentrasi dalam belajar, serta memotivasi untuk lebih tekun dalam belajar. Sumber data dalam penelitian ini adalah data lapangan berupa hasil data statistik mendalam mengenai pengaruh kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar PAI siswa Sekolah Lanjutan Sekolah Alam Indonesia (SAI) dengan jumlah responden 90 siswa. Sedangkan sumber skunder penelitian ini adalah buku-buku, artikel dan jurnal yang berkaitan dengan penelitian ini. Untuk melengkapi penelitian maka peneliti juga melakukan wawancara dan observasi lapangan. Sedangkan metode dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif yang kemudian data dideskriptifkan. x Tesis ini menganalisis teori yang dikemukakan oleh beberapa akademisi yang mengatakan bahwa kecerdasan emosional berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar. Semakin tinggi tingkat kecerdasan emosional maka semakin tinggi tingkat prestasi belajar. Dasar pemikirannya adalah bahwa kecerdasan emosional merupakan paradigma baru dalam proses belajar mengajar yang selama ini bertumpu pada keyakinan bahwa kecerdasan intelektual merupakan faktor penentu keberhasilan seseorang Tesis ini mendukung beberapa teori diantaranya Parker (2004) dan Ogundokun (2010) yang mengatakan bahwa berbagai dimensi kecerdasan emosional merupakan prediktor keberhasilan akademis. Kanhai (2014), Aremu (2006) dan Nwadinigwe (2012) mengatakan bahwa terdapat hubungan positif antara kecerdasan emosional dan prestasi belajar, sehingga berkembangnya keterampilan kecerdasan emosional siswa akan mengarah pada peningkatan prestasi akademiknya. Selanjutnya, tesis ini menolak pendapat Asikhia (2010), Adegbite (2005), Edun dan Akanji (2008) yang mengatakan bahwa penurunan prestasi akademik disebabkan sikap guru dalam mengajar dan otoritas sekolah. Lamson, Thorndike dan Hagen yang mengatakan bahwa prestasi belajar yang didapat berbanding lurus dengan tingkat kecerdasan intelektualnya sehingga tidak ada hubungan antara kecerdasan emosional dan prestasi belajar. Tesis ini menunjukkan bahwa tingkat kecerdasan emosional memberi kontribusi pada prestasi belajar Pendidikan Agama Islam sebesar 67,0%. Hal ini dikarenakan kecerdasan emosional berkaitan dengan pengendalian emosi untuk lebih tenang dan berkosentrasi dalam belajar, serta memotivasi untuk lebih tekun dalam belajar. Sumber data dalam penelitian ini adalah data lapangan berupa hasil data statistik mendalam mengenai pengaruh kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar PAI siswa Sekolah Lanjutan Sekolah Alam Indonesia (SAI) dengan jumlah responden 90 siswa. Sedangkan sumber skunder penelitian ini adalah buku-buku, artikel dan jurnal yang berkaitan dengan penelitian ini. Untuk melengkapi penelitian maka peneliti juga melakukan wawancara dan observasi lapangan. Sedangkan metode dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif yang kemudian data dideskriptifkan. Tesis ini menganalisis teori yang dikemukakan oleh beberapa akademisi yang mengatakan bahwa kecerdasan emosional berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar. Semakin tinggi tingkat kecerdasan emosional maka semakin tinggi tingkat prestasi belajar. Dasar pemikirannya adalah bahwa kecerdasan emosional merupakan paradigma baru dalam proses belajar mengajar yang selama ini bertumpu pada keyakinan bahwa kecerdasan intelektual merupakan faktor penentu keberhasilan seseorang Tesis ini mendukung beberapa teori diantaranya Parker (2004) dan Ogundokun (2010) yang mengatakan bahwa berbagai dimensi kecerdasan emosional merupakan prediktor keberhasilan akademis. Kanhai (2014), Aremu (2006) dan Nwadinigwe (2012) mengatakan bahwa terdapat hubungan positif antara kecerdasan emosional dan prestasi belajar, sehingga berkembangnya keterampilan kecerdasan emosional siswa akan mengarah pada peningkatan prestasi akademiknya. Selanjutnya, tesis ini menolak pendapat Asikhia (2010), Adegbite (2005), Edun dan Akanji (2008) yang mengatakan bahwa penurunan prestasi akademik disebabkan sikap guru dalam mengajar dan otoritas sekolah. Lamson, Thorndike dan Hagen yang mengatakan bahwa prestasi belajar yang didapat berbanding lurus dengan tingkat kecerdasan intelektualnya sehingga tidak ada hubungan antara kecerdasan emosional dan prestasi belajar. Tesis ini menunjukkan bahwa tingkat kecerdasan emosional memberi kontribusi pada prestasi belajar Pendidikan Agama Islam sebesar 67,0%. Hal ini dikarenakan kecerdasan emosional berkaitan dengan pengendalian emosi untuk lebih tenang dan berkosentrasi dalam belajar, serta memotivasi untuk lebih tekun dalam belajar. Sumber data dalam penelitian ini adalah data lapangan berupa hasil data statistik mendalam mengenai pengaruh kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar PAI siswa Sekolah Lanjutan Sekolah Alam Indonesia (SAI) dengan jumlah responden 90 siswa. Sedangkan sumber skunder penelitian ini adalah buku-buku, artikel dan jurnal yang berkaitan dengan penelitian ini. Untuk melengkapi penelitian maka peneliti juga melakukan wawancara dan observasi lapangan. Sedangkan metode dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif yang kemudian data dideskriptifkan. x
Description: 143
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/41489
Appears in Collections:Tesis

Files in This Item:
File SizeFormat 
ANNISA NUR FAJRINDY-SPS.pdf4.27 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.