Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/41402
Title: Haqiqat ahli al-kitab wa ahkam dzabihihim fi mazur al-madzahib al-arba'ah
Other Titles: al-kitab wa ahkam
Authors: Azizah Nurul Islami
Advisors: Imam Sujoko
Issue Date: 17-Sep-2018
Publisher: Fakultas Dirasat Islamiyah
Abstract: Kesimpulan pada skripsi ini adalah, walaupun Islam memberikan kebebasan dalam hal bermuamalah terhadap Agama lain seperti Ahlu kitab seperti yang tergambar dalam Surat Al-Maidah ayat 5. Penulis menilai pengertian lafaz “Utul kitab” atau Ahli Kitab ini memiliki pembatasan dalam penyebutan nama, sehingga tidak bermakna general. Adapun pembatasan penyebutan akan Ahli Kitab ini nantinya akan berkaitan dengan hukum sembelihan mereka. Pengertian Ahli kitab menurut pandangan para fuqoha dinilai cukup luas, bahkan ada di antara mereka yang menilai bahwasanya Shabiah yang membaca kitab Zabur juga merupakan Ahlu kitab. Begitu juga Majusi yang dipandang oleh Abu Tsaur sebagai Ahlu kitab karena mereka mendapatkan perlakuan yang sama dengan Ahlu kitab dalam jizyah. Demikian juga dengan perbedaan pembatasan dalam penyebutan nama Ahli Kitab terhadap Bani Taglib. Lalu kesinambungan Ahli kitab ini sebagaimana telah dijelaskan bahwa akan berkaitan dengan hukum sembelihan Ahli kitab itu sendiri. Penulis memandang keterkaitan antara syarat penyembelihan yang menjadi standar bagi syariat islam dengan sifat penyembelihan yang dilakukan oleh golongan Ahli kitab, yang menjadi standarisasi kehalalan sembelihan mereka untuk orang muslim nanti. Seperti masalah penyebutan tasmiyah yang dinilai wajib oleh sebagian fuqoha dalam setiap penyembelihan oleh siapapun. Lalu masalah niat yang Ahli kitab yang mereka sandarkan kepada Isa Al-Masih, gereja, hari besar yang dinilai telah menjadi tabi’at dasar mereka pada mayoritasnya. Dilanjutkan dengan jenis daging yang telah Allah SWT tetapkan menjadi makanan yang diharamkan bagi mereka namun dihalalkan untuk kita memakanya. Dan terakhir menghukumi sembelihan anak hasil kelahiran antara Ahli kitab dengan non-Ahli kitab karena posisi mereka diantra di golongkan yang dihalalkan dengan golingan yang mengharamkan .
Description: “Utul kitab” atau Ahli Kitab ini memiliki pembatasan dalam penyebutan nama, sehingga tidak bermakna general. Adapun pembatasan penyebutan akan Ahli Kitab ini nantinya akan berkaitan dengan hukum sembelihan mereka.
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/41402
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
AZIZAH NURUL ISLAMI-FDI.pdf2.67 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.