Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/41393
Title: SAKRALISASI vis-à-vis DESAKRALISASI HUKUM KELUARGA ISLAM DI INDONESIA ( Studi H{udu>di untuk Relevansi Modernitas dan Keindonesiaan
Authors: Sadari
Advisors: Said Agil Husin Al-Munawar
Issue Date: Jul-2014
Publisher: Sekolah Pascasarjana Universitas Islam Negri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta
Abstract: Penelitian disertasi ini mengupayakan koherensi hukum keluarga Islam, salah satu upayanya yakni dengan melakukan studi h}udu>di sebagai konsep desakralisasi dengan tetap berpijak pada sakralisasi terhadap hukum keluarga Islam. Studi ini menghasilkan progresifitas yang memberi jalan keluar atas Quo Vadis hukum keluarga Islam. Apapun bentuk legislasinya seperti Kompilasi Hukum Islam (KHI), Counter Legal Draft (CLD)-KHI termasuk Draft RUU Hukum Materiil Peradilan Agama bidang Perkawinan, dengan studi h}udu>di itu menjadi relevan dengan modernitas dan keindonesiaan, bahkan memungkinkan terwujudnya sebuah kompilasi hukum Islam madani, yang sesuai dengan kontruksi sosial modern yang berkeadaban. Kesimpulan besar dalam penelitian disertasi ini menolak teori receptie yang dicetuskan oleh Christian Snouck Hurgronje, yang menganggap bahwa hukum Islam bukanlah hukum, melainkan hukum Islam baru menjadi hukum kalau diterima oleh hukum adat, sehingga hukum adatlah yang menentukan berlaku tidaknya hukum Islam. Perbedaan lain dalam penelitian disertasi ini, menolak pemikiran dari M. Nurkholis Setiawan, Muhammad Arkoun, Nasr Hamid Abu Zayd, Fazlur Rahman, Huntington, Masaji Chiba, March Galenter, serta pemikir lainnya yang dalam pandangannya belum mengindahkan h}udu>d i ( limit, batas ). Penelitian disertasi ini lebih menguatkan teori reception in complex yang dipelopori oleh L.W.C.Van den Berg, yang menyatakan orang Islam Indonesia telah menerima hukum Islam secara menyeluruh. Disertasi ini juga sangat mendukung pemikiran dari T.M.Hasbi Ash Shiddieqi, Hazairin, Munawir Sjadzali, Busthanul Arifi>n, A.Qodri Azizy, Yudian Wahyudi, Agus Moh. Najib, Euis Nurlaelawati, Ratno Lukito, Irshad Abdal-Haqq, Tahir Mahmood, dukungan dalam penelitian disertasi ini dikarenakan pemikiran-pemikiran sarjana tersebut menawarkan ijtihad baru baik pada dataran konsep sampai tawaran metodologis meskipun belum sampai pada ijtihad h}udu>di . Adapun terkait dengan ijtihad h}udu>di datang dari sosok pemikir Syria, yakni Muh } ammad Shah}ru>r, lewat struktur kemasukakalan ( plausibilitas structure ), teori h}udu>d i -nya mendukung ide dari Nurcholish Madjid tentang desakralisasi, sehingga mampu melakukan koherensi antara Kompilasi Hukum Islam dengan bidang HAM, demokrasi, n a t i o n s tate , c i v il s o c i e t y , dan konstitusionalisme . Jadi penelitian disertasi ini mendukung semangat desakralisasi – di samping tidak menanggalkan sakralisasinya – yang dikumandangkan oleh Nurcholish Madjid melalui bukunya yang bertema : Islam, Kemodernan dan Keindonesiaan. Sumber kajian penelitian disertasi ini adalah Kompilasi Hukum Islam, sedangkan cara membaca dengan memakai paradigma h}udu>di , yang berbekal pada adagium s\aba>t al - nas}s} wa harakah al - muh}tawa , artinya teksnya tetap ( the text is permanent ) dan kandungannya terus berubah ( the content move s ). Sehingga norma hukum selalu bersumber pada liminalitas berbasis pada teks, yang poros kajiannya berpusat dari teks menuju konteks bukan sebaliknya dari konteks menuju teks.
Description: xviii,260
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/41393
Appears in Collections:Disertasi

Files in This Item:
File SizeFormat 
SADARI-SPS.pdf10.77 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.