Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/41378
Title: Analisis Naratif Perlawanan Terhadap Reklamasi Di Kampung Nelayan Dalam Film Dokumenter Rayuan Pulau Palsu Karya Watch Doc
Other Titles: --
Authors: Ardiansyah Fadli
Advisors: Suhaimi
Keywords: Kaya – Miskin, Untung – Rugi;Bohong – Jujur, inkonstitusi – Konstitusi.
Issue Date: 5-Dec-2017
Publisher: Fakultas Ilmu dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Series/Report no.: --;--
Abstract: Film dokumenter Rayuan Pulau Palsu karya Watchdoc dibuat untuk merespon permasalahan sosial yang terjadi di Kampung Nelayan Muara Angke. Reklamasi ternyata menjadi momok yang menakutkan untuk masyarakat nelayan karena reklamasi membawa dampak yang negatif untuk mereka. Pidato Kemenangan Presiden Joko Widodo di Pelabuhan Sunda Kelapa berisikan keberpihakannya terhadap rakyat kecil khususnya nelayan dan menekankan pentingnya laut dan maritim sehingga Jokowi mengatakan diakhir pidatonya “Jalasveva Jayamahe” (dilaut kita jaya). Tetapi apa yang diungkapkan tidak seperti yang diarasakan oleh masyarakat Kampung Nelayan Muara Angke. Kasus reklamasi jutru telah banyak menyeret sejumlah politisi dan pengusaha sebagai tersangka korupsi ke lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penelitian ini ingin mengetahui bagaimana alur awal, alur tengah dan alur akhir film dokumenter Rayuan Pulau Palsu Karya Watchdoc? Apa saja sifat-sifat berlawanan (oposisi biner) yang terdapat dalam film dokumenter Rayuan Pulau Palsu karya Watchdoc? Narasi yang diterapkan oleh Tzevan Todorov adalah membagi objek penelitian pada tiga alur. Alur awal, alur tengah, dan alur akhir. Adapun Narasi Claude Levi Strauss ialah menemukan Oposisi Biner dalam sebuah narasi. Dalam hal ini adalah berupa film dokumenter Rayuan Pulau Palsu. (Eriyanti, 2013). Metode penelitian dalam penulisan skripsi ini menggunakan metodologi kualitatif dengan analisis naratif Tzvetan Todorov dan Claude Levi Strauss. Kemudian sumber data yang diperoleh melalui wawancara dengan pihak rumah produksi pembuat film dokumenter Rayuan Pulau Palsu.selain itu, melakukan tinjauan pustaka dari literatur yang berkaitan dengan bahasan dan juga dokumentasi berupa pencarian berita dan informasi di internet. Hasil penelitian adegan-adegan di alur awal menunjukkan adanya prolog, pengenalan tokoh utama yaitu Ilyas (nelayan) dan Saefuddin (nelayan). Pada alur tengah konflik mulai muncul, beberapa diantaranya adalah perlawanan masyarakat nelayan terhadap reklamasi berupa demonstrasi di gedung PTUN dan DPRD DKI Jakarta dan dialog beberapa tokoh masyarakat dengan anggota DPRD DKI Jakarta. pada alur akhir, adegan-adegan berisikan klarifikasi, muncul anthithesis, dan mengambil klimaks konflik berupa segel Pualu Reklamasi yang ditandai juga dengan kemenangan nelayan dalam sidang gugatan di PTUN. Adapun beberapa oposisi biner yang dapat ditemukan baik secara sintagmatik dan paradigmatik adalah sebagai berikut : Kaya – Miskin, Untung – Rugi, Bohong – Jujur, inkonstitusi – Konstitusi.
Description: x, 96 hlm,; 29 cm
metadata.dc.description.uri: --
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/41378
ISSN: --
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
ARDIANSYAH FADLI-FDK.pdf4.22 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.