Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/41377
Title: Strategi Komunikasi Pemerintah Kota Tangerang Selatan Dalam Mensosialisasikan Program Smart City
Other Titles: --
Authors: Aprilia Lianjani
Advisors: Ismail Cawidu
Keywords: Smart city, strategi, sosialisasi;komunikasi, Tangerang Selatan
Issue Date: 29-Jun-2018
Publisher: Fakultas Ilmu dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Series/Report no.: --;--
Abstract: Perkembangan teknologi membuat pemerintah melirik pemanfaatan teknologi informasi untuk memberikan pelayanan masyarakat yang lebih maksimal bahkan optimal. Hal tersebut akhirnya memunculkan ide besar untuk tata kelola masyarakat termasuk masyarakat perkotaan yang cenderung lebih siap dibandingkan dengan masyarakat pedesaan. Ide besar dan langkah kreatif pun muncul dengan hadirnya istilah Smart City (dikenal dengan kota yang cerdas) atau pun istilah sejenisnya. Kota Tangerang Selatan merupakan salah satu kota yang telah menerapkan konsep smart city. Smart city adalah konsep kota cerdas yang dirancang guna membantu berbagai hal kegiatan dimasyarakat, terumata dalam mengelola sumber daya yang ada dengan efisien, serta memberikan kemudahan mengakses informasi kepada masyarakat. Berdasarkan latar belakang di atas maka rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut: bagaimana strategi komunikasi Pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam mensosialisasikan program smart city? Dan apa faktor pendukung dan faktor penghambat serta solusi pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam mensosialisasikan Program Smart City. Teori yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada teori Hafied Cangara. Bahwa strategi komunikasi meliputi lima tahap yaitu: penelitian, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan pelaporan. Onong Uchjana Effendy mengatakan bahwa strategi komunikasi merupakan paduan dari perencanaan komunikasi dengan manajemen komunikasi untuk mencapai tujuan yang telah di tetapkan. Dalam ilmu manajemen, strategi terdiri dari tiga tahap, yaitu: perumusan, implementasi, dan evaluasi. Penelitian yang digunakan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata yang tertulis atau lisan dari orang-orang atau prilaku yang diamati. Penelitian kualitatif berusaha mencari apa yang ada dibalik tindakan, bukan fenomena luar tetapi fenomena dalam dan lebih menekankan pada makna dan proses daripada hasil dari suatu aktifitas. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui divisi Smart City melakukan sosialisasi dengan melalui lima tahapan yaitu: tahapan pertama penelitian, meninjau kembali program yang masih bisa berjalan dan yang sudah tidak bisa. Tahap perencanaan, pemkot tangsel membuat perencanaan strategi dengan unsur-unsur komunikasi. Tahap pelaksanaan, yaitu menjalankan strategi yang sudah di rencanakan. Tahap evaluasi dan tahap pelaporan, dilakukakan setelah proses kegiatan sosialisasi sudah berjalan. Selain itu sosialisasi dengan memanfaatkan media sosial serta media massa. Mengoptimalkan penggunaan media sosial yaitu Instagram, twitter dan website. Lalu dengan menggunakan media massa yaitu melalui surat kabar public dan spanduk. Kata kunci: Smart city, strategi, sosialisasi, komunikasi, Tangerang Selatan
Description: ix, 91 hlm,; 29 cm
metadata.dc.description.uri: --
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/41377
ISSN: --
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
APRILIA LIANJANI-FDK.pdf4.81 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.