Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/41255
Title: Pemikiran Politik Islam (sejarah, praktik dan gagasan)
Authors: Dr. Sirojuddin Aly, MA
Issue Date: Jul-2018
Publisher: PT RAJAGRAFINDO PERSADA
Abstract: Sejak kelahirannya, Islam memberikan perhatian sangat besar pada upaya menciptakan tatanan kehidupan masyarakat yang teratur dan beradab. Hakikat ini bukan saja ditunjukkan oleh banyaknya ayat-ayat al-Qur`anyang membicarakan kehidupan sosial, tetapi juga ditunjukkan melalui praktik kehidupan komunitas atau masyarakat muslim awal dibawah naungan dan bimbingan Nabi Muhammad saw.di Madinah. Praktik kehidupan Nabi berasama komunitas muslim ini dalam berbagai aspek kehidupan, berimplikasi munculnya keyakinan dari para pemikir dan tokoh muslim yang lahir di abad modern dan kontemporer bahwa Islam bukan saja agamayang hanya mengajarkan hal-hal yang berkaitan dengan aspek akidah dan ibadah (ibadah mahdhoh) saja, melainkan Islam juga mengemban missi untuk menciptakan tatanan kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan sejahtera melalui pengelolaan kehidupan sosial politik, ekonomi, hukum, pendidikan, dan sebagainya.Keyakinan ini kemudian mengilhami berbagai generasi Islam untuk melakukan konseptualisasi tentang apa yang mereka sebut sebagai negara Islam. Dari satu generasi ke generasi yang lain, banyak pemikir, ahli hukum, sastrawan dan filosof muslim mencoba menerjemahkan prinsip-prinsip perpolitikan Islamuntuk menjawab berbagai tantangan kehidupan sosialpolitik yang mereka hadapi. Hal ini karena mereka meyakini bahwa kehidupan komunitas muslim awal di Madinah telah mewariskan suatu model kehidupan sosial politik yang bisa menjadi acuan bagi pengembangan kehidupan masyarakat di era modern dan kontemporer tanpa harus menutup diri dari dinamika kehidupan modern itu sendiri. Oleh karenanya, generasi muslim belakangan mencoba memahami, menafsirkan dan mendasarkan kehidupan sosial politik mereka pada model tersebut, antaranya dengan mengkonsepsikan pembentukan masyarakat madani, masyarakat hadhariy, dan sebagainya. Di dalam buku ini akan dijelaskan bagaimana Nabi Muhammad saw. memiliki kapabelitas dalam melakukan transformasi sosial kehidupam masyarakat Jahiliyah menjadi masyarakat yang beriman dan bertakwa, serta mampu menjungjung tinggi harkat dan martabat manusia, sehingga menjadi manusia-manusia yang beradab sebagai hamba-hamba Allah swt. Era perubahan ini berlangsung sejak Nabi Muhammad saw. menyampaikan missinya mengajak umat manusia untuk menyembah Allah Yang Esa dan melarang mereka mempersekutukan Allah dengan makhluk-Nya. Perjuangan yang dilakukan Nabi Muhammad saw. dalam upaya membangun masyarakat yang beriman dan bertakwa tersebut tidaklah mudah semudah membalikkan telapak tangan, seringkali dihadapkan pada berbagai rintangan; fitnah, penganiayaan, embargo, pemutusan hubungan, bahkan rencana pembunuhan dan sebagainya oleh para pemimpin kafir Quraisy. Hal ini bisadimengerti karena para pemimpin kafir Quraisy Mekah tidak ingin ada gerakan-gerakan sosial yang mengancam kelangsungan dominasi dan kekuasaan mereka. Dalam menyikapi realitas ini Nabi-pun terpaksaharus menghadapinya melaluilangkah-langkah,terencana, dan strategisyangdilakukan secara bertahap, dimulai dengan pendekatan sembunyi-sembunyi (dakwah sirriyah), kemudian dengan cara-cara terbuka atau terang-terangan (dakwah jahriyah). Di balik penderitaan atas berbagai tindak kejahatan yang dilakukan oleh para penguasa kafir Quraisy waktu itu, Nabi Muhammad secara diam-diam terus menghimpun kekuatan yang akhirnya menjelma menjadi pergerakan sosial. Pergerakan sosial ini kemudian dianggap sebagai tindakan makar, merongrong, dan mengancam survive dominasi dan kekuasaan aristokrasi orang-orang kafir Quraisy Mekah. Dalam perjuangannya yang tidak mengenal lelah, Nabi akhirnya memperoleh legitimasi penuh ketika sudah berada di Madinah, di mana prinsip-prinsip Islam sudah dapat diimplementasikan dalam tataran kehidupan praktis, sehingga Nabi Muhammad dapat dikatakan berhasil bukan saja dalam melakukan transformasi tatanan kehidupan sosial Jahiliyah menjadi tatanan kehidupan masyarakat yang beriman, bertakwa danberperadaban.Tetapi secara politis bahwa di pusatgrand project itu berlangsung terjadi peralihan model kekuasaan, darimodel kekuasaan yang bersifat monarchi atau kerajaan kepada model kekuasaan ke-Nabian dan dilanjutkan oleh kekuasaan para pemimpin umat sesudahnya. Era ke-Nabian, terutama pasca hijrah di Madinah menurut para ahli adalah era ideal, di mana ajaran Islam diimplementasikan sepenuhnya dalam berbagai aspek kehidupan. Syariat Islam sebagai seperangkat aturan yang bersumberkan al-Qur`an dan disempurnakan dengan mendeklarasikan prinsip-prinsip baru yang menjadikan Islam tampil dalam bentuknya yang syumul (menyeluruh, konfrehensif), kaffah (universal), secara integral dan aktif menuju tujuan yang satu. Era ke-Nabian secara periodik terbagi menjadi dua bagian; Periode Mekkah dengan lahirnya embrio masyarakat Islam dan kaidah-kaidah asas telah diletakkan secara general dalam upaya mengatur tatanan kehidupan masyarakat. Pada periode ini Al-Qur`an dan Hadist Nabi memberikan stressing pada masalah-masalah akidah atau keimanan, serta bagaimana mensucikan diri dari budaya atau tradisi kepercayaan yang bertentangan, serta membersihkan jiwa dari berbagai sifat dan mentalitas yang kotor sehingga hati menjadi bersih. Nabi terus berupaya menghapus sisa-sisa budayaJahiliyah dari jiwa-jiwa yang sudah menerima ajaran Islam. Periode Madinah adalah periode di mana Nabi Muhammad saw. berada di Madinah setelahperistiwa penghijrahan (exodus) komunitas muslim dari Mekah ke Yastrib (Madinah). Pada periode ini Nabi Muhammad saw. melakukan restrukturisasi masyarakat yang awalnya penuh dengan konflik, menjadi masyarakat yang mengenalketentraman,kedamaian, kejujuran, keadilan,beradab dansopan santun,serta mengenal nilai-nilai kebaikan. Begitu juga kaidah-kaidah yang sebelumnya bersifat general dijabarkan secara rinci dalam praktik kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Sepeninggal Nabi Muhammad saw, estafet kepemimpinan umat dilanjutkan oleh Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib secara berturut turut sebagai pangganti (khalifah) Nabi dalam memimpin umat dan dalam rangka terciptanya kehidupan yang damai, stabil, kondusifdan sejahteraberdasarkan ajaran-ajaran yang dibawa Nabi Muhammad saw.Selanjutnya pembahasan akan disambung dengan berbagai pemikiran dan gagasan tentang pemikiran politik Islam dari para pemikir dan ulama Islam yang memiliki daya tangkap dan analisis yang luar biasa, antaranya: Ibnu Abi Rabi`, al-Farabiy, al-Mawardiy, al-Ghazaliy, Ibnu Taimiyah, Ibnu Khaldun, dan sebagainya. Buku yang penulis persembahkan ini kepada para pembaca pada dasarnya merupakan pengembangan dari Mata Kuliah Pemikiran Politik Islam yang penulis ampu di Program Studi Ilmu Politik dan Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Akhirnya, semoga buku ini bermanfaat bagi siapa saja yang inginmendalami studi politik Islam, terutama mahasiswa-mahasiswa yang mengkaji pemikiran politik Islam melalui pendekatan sejarah sebagai upaya memperluas wawasan dari khazanah masa lalu dengan tetap melakukan tinjauan analisis komparasi dalam konteks kekinian.
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/41255
ISBN: 978-602-425-473-5
Appears in Collections:Buku (Bab atau Keseluruhan)

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
Dok baru 2018-08-28 14.08.34.pdf682.96 kBAdobe PDFView/Open
BAB 1 PPI.docx54.78 kBMicrosoft Word XMLView/Open
BAB II PPI.docx39.48 kBMicrosoft Word XMLView/Open
BAB III PPI.docx78.01 kBMicrosoft Word XMLView/Open
BAB IV PPI.docx66.64 kBMicrosoft Word XMLView/Open
BAB V PPI.docx132.17 kBMicrosoft Word XMLView/Open
index.docx24.82 kBMicrosoft Word XMLView/Open
KATA PENGANTAR PPI.docx33.78 kBMicrosoft Word XMLView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.