Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/41157
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorAida Humairaid
dc.contributor.authorMohamad Aminur Rahmanid
dc.date.accessioned2018-09-03T08:25:41Z-
dc.date.available2018-09-03T08:25:41Z-
dc.date.issued2018-09-02-
dc.identifier.urihttp://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/41157-
dc.description53 Halid
dc.description.abstractSemua orang - baik yang tinggal di kota ataupun yang tinggal di desa - pasti tidak bisa lepas dari yang namanya transaksi jual-beli, Karena hal itu merupakan kebutuhan manusia dalam menjalani kehidupan sehari-hari; karena memang kebutuhan manusia terdapat pada yang lainnya. sehingga dibutuhkan adanya transaksi yang bisa memindahkan kepemilikan tanpa menimbulkan perkelahian antara satu dengan yang lainnya. Yang hal itu disebut dengan transaksi jual-beli sebagaimana telah dibahas oleh para ulama fiqih dalam literatur-literatur mereka. Namun demikian, banyak umat islam yang belum mengetahui hukum-hukum jual-beli terutama yang diharamkan sehingga banyak diantara mereka yang terjerumus di dalamnya, oleh karena itu penulis memilih objek pembahasan ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk transaksitransaksi jual beli yang diharamkan oleh agama secara umum dan rinciannya, serta untuk mengetahui komentar dari para ulama fiqh tentang transaksi-transaksi tersebut. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode induktif dan pengambilan hukum dengan mengumpulkan data-data ilmiah dan referensi yang dapat mendukung penelitian ini. Kemudian mengumpulkan pendapat para ulama dan dalil-dalilnya serta melakukan analisa dan perbandingan terhadap pendapat tersebut yang mengalami perbedaan kemudian melakukan tarjih jika hal itu diperlukan. Adapun hasil dari penelitian ini adalah: Pertama, bahwasanya yang dimaksud dengan transaksi jual-beli yang diharamkan adalah bentuk-bentuk transaksi yang keharamannya telah ditetapkan syariat baik secara lansung ataupun dari hasil ijtihad para ulama dengan menggunkan qiyas. Kedua, bahwa semua bentuk transaksi jual-beli yang diharamkan bisa disimpulkan dengan lima faktor, yaitu: faktor barang, harga, pelaku transaksi, sifat transaksi dan keadaan transaksi. Ketiga, bahwasanya ada dua bentuk jual beli yang bisa dikatakan sebagai induk dari jual-beli yang diharamkan, yaitu: Transaksi Riba dan Bay’i Ghararid
dc.language.isoarid
dc.publisherJakarta : Fakultas Dirasat Islamiyah UIN Syarif Hidayatullahid
dc.subjectFiqih - Muamalah - Tijarahid
dc.titleAl-Bayu'u Al-Muharramatu fi al-fiqhi al-Islamiyid
dc.title.alternativeAl-Muharramatuid
dc.typebachelorThesisid
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
MOHAMAD AMINUR RAHMAN-FDI.pdf2.71 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.