Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/41132
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorTantan Hermansahid
dc.contributor.authorFarouq Audahid
dc.date.accessioned2018-09-03T08:19:49Z-
dc.date.available2018-09-03T08:19:49Z-
dc.date.issued2018-02-
dc.identifier.issn---
dc.identifier.urihttp://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/41132-
dc.descriptionviii, 83 hlm,; 29 cmid
dc.description.abstractABSTRAK Farouq Audah, NIM: 1112051100025, Analisis Wacana Upaya Pencegahan Aksi Damai 212 Kasus Dugaan Penistaan Agama Pada Headline Koran Tempo Tahun 2016, Di Bawah Bimbingan Dr. Tantan Hermansah, S.Ag, M.Si Aksi damai 212 adalah merupakan aksi lanjutan 4 November 2016 sebagai bentuk protes umat Islam terhadap gubernur non-aktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang diduga sudah menistakan agama. Awal mula permasalahan ini terjadi saat Ahok kunjungan kerja di Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Saat di Kepulauan seribu Ahok melakukan pidato didepan masyarakat. Pidato Ahok seketika viral dimedia sosial karena isi pidato Ahok menyinggung surat Al-Maidah. Banyak masyakat maupun pengamat mengkritik pernyataan Ahok dan menganggap telah melecehkan Al-Qur’an. Pada akhirnya umat Islam merasa geram dan melakukan protes kepada penegak hukum agar Ahok segera diproses hukum yang berlaku. Peristiwa tersebut mendapatkan perhatian beberapa media, salah satunya Koran Tempo. Dengan latar belakang diatas peneliti melakukan kajian atas sikap dan komitmen media Koran Tempo menanggapi kasus aksi damai 212. Studi ini dibangun dengan pertanyaan (1) Bagaimana Koran Tempo mengkonstruksi wacana aksi damai 212 kasus dugaan penistaan? (2) bagaimana dimensi kognisi sosial dan konteks sosial yang terdapat pada wacana “aksi damai 212 terhadap kasus dugaan penistaan agama” di Koran Tempo?. Dalam menjawab rumusan masalah tersebut, peneliti menggunakan teori analisis wacana Teun A van Dijk. Analisis ini memiliki tiga macam dimensi: yang pertama analisis teks. Kedua analisis kognisi Sosial dan yang ketiga analisis konteks sosial. Sedangkan pendekatan studi ini menggunakan kualitatif dengan berlandaskan paradigma kontruktivis. Paradigma ini memandang bahwa segala peristiwa maupun berita yang ada tidak lahir sebagai realitas murni, namun dibalik realitas peristiwa yang dibangun terdapat pihal-pihak tertentu yang mengkonstruksi berita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis teks, kognisi sosial, dan konteks sosial Koran Tempo dalam mewacanakan berita aksi damai 212 pada edisi 22, 23, 28 November, dan 3-4 Desember cukup kuat. Hal ini dapat dibuktikan dengan teks yang terdapat upaya pencegahan, mulai dari isu indikasi makar hingga kelompok radikal ISIS akan dompleng aksi damai 212. Pemberitaan mengenai aksi damai 212 pada edisi atas Koran Tempo sangat struktur pemberitaannya, termasuk beberapa gambar yang ditampilkan memperlihatkan keseriusan pemerintah hingga TNI dan Polri turun tangan untuk menangani aksi lanjutan 212. Wacana yang dibangun ini banyak menuai kritik dari pemerintah maupun netizen. Gebrakan yang dilakukan Koran Tempo pada edisi 22, 23, 28 November, dan 3-4 Desember merupakan segelintir kritik dari media melalui berita tentang permasalahan aksi damai 212 yang terjadi dipenghujung tahun 2016. Keyword: Aksi damai, analisa wacana, teori Teun A. Van Dijkid
dc.description.sponsorshipDr. Tantan Hermasah, S.Ag.M.Siid
dc.description.uri--id
dc.language.isoidid
dc.publisherFakultas Ilmu dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakartaid
dc.relation.ispartofseries--;---
dc.subjectAksi damai, analisa wacanaid
dc.subjectteori Teun A. Van Dijkid
dc.titleAnalisis Wacana Upaya Pencegahan Aksi Damai 212 Kasus Dugaan Penistaan Agama Pada Headline Koran Tempo Tahun 2016id
dc.title.alternative--id
dc.typebachelorThesisid
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
FAROQ AUDAH-FDK.pdf4.54 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.