Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/41068
Title: Palestina Pasca Bergabung dengan UNESCO 2011
Authors: Khairunnisa Lubis
Advisors: Irfan R. Hutagalung
Keywords: Palestina, UNESCO, Konflik Israel-Palestina, kebijakan unilateral, Snowball Effect.
Issue Date: 10-Nov-2016
Publisher: Jakarta : Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah
Abstract: Skripsi ini menganalisis tentang dampak yang diterima Palestina setelah menjadi negara anggota UNESCO pada tahun 2011. Pada awalnya, perundingan damai yang telah berlangsung selama dua dekade telah gagal menciptakan perdamaian antara Palestina dan Israel. Kemudian melalui kebijakan unilateral, Palestina mengajukan permohonan keanggotaaan penuh di PBB. Akan tetapi, Amerika Serikat mengancam akan menggunakan hak veto untuk menolak permohonan tersebut. Sehingga Palestina menggunakan tindakan unilateral lainnya untuk mengajukan permohonan keanggotaan penuh di salah satu badan khusus PBB, yaitu UNESCO dan secara resmi menjadi anggota penuh pada oktober 2011. Kemenangan Palestina di UNESCO memberikan beberapa implikasi terhadap pencapaian kepentingan nasional Palestina. Metodologi penelitian yang digunakan dalam skripsi ini adalah metode kualitatif. Dipaparkan secara induktif, penelitian ini bertujuan untuk mengerucutkan data yang diperoleh melalui studi pustaka (library research), serta sumber tertulis maupun tidak tertulis. Untuk menganalisis implikasi yang diterima negara Palestina dalam pencapaian kepentingan nasionalnya, digunakan konsep national interest, konsep pengakuan (deklaratif) dan konsep organisasi internasional. Dari hasil analisa dengan menggunakan ketiga konsep tersebut dapat disimpulkan bahwa Palestina menerima snowball effect dari keanggotaannya di UNESCO. Beberapa implikasi tersebut adalah menarik simpati negara lain untuk terlibat dalam permasalahan konflik Israel-Palestina yang berpengaruh terhadap kemenangan suara di sidang Majelis Umum PBB untuk meningkatkan status Palestina sebagai negara pengamat pada 2012. Setelah itu, Palestina mendapatkan akses ke perjanjian internasional termasuk Statuta Roma hinga Palestina bisa mendaftarkan keanggotaan di ICC. Keanggotaan ini juga menyebabkan munculnya pengakuan dari negara lain atas negara Palestina dengan batas wilayah sebelum tahun 1967.
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/41068
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
KHAIRUNNISA LUBIS-FISIP.pdf39.54 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.