Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/40849
Title: Etika Guru dan Murid dalam Naskah Sewaka Daarma; Peti Tiga Ciburuy Garut
Authors: Asep Ashly Nugraha Maryono
Advisors: Wiwi Siti Sajaroh
Issue Date: 31-Jul-2018
Publisher: Jakarta : Fakultas Ushuluddin Dan Filsafat UIN Syarif Hidayatullah
Abstract: Naskah Sewaka Darma adalah sebuah naskah yang terdiri dari empat naskah parallel dan tersimpan di dua tempat yang berbeda. Naskah Pertama disimpan di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Naskah kedua, ketiga, dan keempat tersimpan di Kabuyutan Ciburuy, Garut. Baru dua naskah yang kemudian di transliterasi dan diterjemahkan kedalam bahasa sunda, oleh Saleh Danasasmita dkk yakni Sewaka Darma Naskah I yang tersimpan di PNRI, dan Undang Ahmad Darsa, Naskah IV atau beliau tulis dalam judul bukunya “Sewaka Darma; Peti Tiga Ciburuy, Garut” maksudnya peti tiga adalah di dalam peti ke tiga. Sewaka Darma adalah sebuah Naskah yang berisi nasihat atau petuah bagi siapa saja yang sedang belajar (menjadi seorang murid). Selain itu juga berisi tentang ajaran perjalan spiritual manusia menuju kalepasan. Yakni terbebasnya diri dari tubuh dan sifat-sifat duniawi, dari sakala, ke niskala dan sampai pada jatiniskala. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui etika murid terhadap sang guru yang terdapat dalam Sewaka Darma Peti Tiga Ciburuy Garut. Penelitian ini menggunakan studi kepustakaan dengan menitikberatkan kajiannya pada analisis isi (content analysis), penilitian ini juga diharapkan dapat memberikan pemahaman bahwa etika/moral merupakan hal terpenting yang haruss dimiliki seorang murid yang sedang belajar atau menuntut ilmu pada seorang guru. Seorang murid dalam menggapai cita-citanya, tidak bisa mendapatkannya dengan begitu saja. Perlu perjuangan, kerja keras, serta wajib hormat terhadap guru dan bekerja untuk memperoleh kerelaan guru. Dengan melakukan berbagai cara, seperti menjaga ucapan, tingkah laku, serta berssikap terpuji. Guru dalam bahasa sunda adalah Anu kudu digugu jeung ditiru digugu setiap apa yang diperintahkannya, dan di tiru setiap apa yang dilakukannya. Oleh karena itu seorang guru bukan hanya sebatas memiliki kecerdasan secara intelektual saja melainkan memiliki tingkah laku yang menjadi ssuri tauladan (panutan) bagi setiap muridnya.
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/40849
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
ASEP ASHLY NUGRAHA MARYONO - FUF.pdf2.67 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.