Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/40801
Title: Peran Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (RBM) Cirebon dalam mengurangi perilaku agresif residen korban penyalahgunaan napza melalui konseling keluarga
Other Titles: --
Authors: Taufiq
Advisors: Nasichah
Keywords: konseling keluarga, prilaku agresif;residen penyalahgunaan NAPZA
Issue Date: May-2018
Publisher: Jakarta : Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah
Series/Report no.: --;--
Abstract: Penyalahgunaan NAPZA di Indonesia merupakan masalah yang kompleks dan tidak bisa di tuntaskan oleh pemerintah semata melainkan butuh penanganan semua lapisan masyarakat. Di suatu sisi, NAPZA yang sangat berguna bagi dunia kesehatan (kedokteran, farmasi) tapi di sisi lain dapat mengancam kelangsungan hidup manusia, terutama generasi muda di masa depan. Dampak dari kecanduan NAPZA meliputi aspek fisik, mental, psikis dan sosial. Dampak fisik yang diakibatkan dari kecanduan NAPZA fisik lemah seperti otak, jantung, dan paruparu. Damapak psikis seperti emosional terganggu (mudah tersinggung), gelisah, depresi, agresif. Dampak sosial yang di rasakan menurunnya kualitas sumberdaya manusia, gangguan dalam berinteraksi dengan lingkungan sosial dan ancaman bahaya hancurnya kehidupan keluarga. Penelitian ini menjawab rumusan masalah yakni bagaimana proses Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (RBM) Cirebon dan bagaimana peran Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (RBM) Cirebon dalam mengurangi perilaku agresif melalui konseling keluarga. Adapun teori yang di gunakan teori Peran menurut Soerjono Sukanto dalam bukunya Sosioligi Suatu Pengantar bahwa Peran dapat dikatakan sebagai perilaku individu yang penting bagi strukrur sosial masyarakat. Sedangkan Konseling keluarga menggunakan teorinya Sofyan S Willis dalam bukunya Konseling Keluarga (Family counseling) bahwa Konseling Keluarga adalah upaya bantuan yang di berikan kepada individu anggota keluarga melalui sistem keluarga (Pembenahan komunikasi keluarga) agar potensinya berkembang seoptimal mungkin dan masalahnya dapat di atasi dasar kemauan membantu dari semua anggota keluarga berdasarkan kerelaan dan kecintaan terhadap keluarga. Metode penelitian menggunaka pendekatan kualitatif, dengan jenis deskrptif. Informan dalam penelitian ini berjumlah enam orang, tiga orang konselor dan tiga orang residen. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi. Hasil penelitian di temukan bahwa proses konseling keluarga yang di lakukan di lembaga ini ada 3 (tiga) tahap yaitu: Pertama, menajalin hubungaan baik antara konselor, residen, dan keluarga. Kedua, terjadinya eksplorasi kondisi residen, identifikasi masalah dan penyebabnya, penetapan alternative pemecahan. Ketiga, memberikan kesimpulan dan mengevaluasi proses konseling keluarga. Adapun peran konseling keluarga ada 3 (tiga) yaitu: Pertama peran preventif merupakan upaya pencegahan melalui seminar, sosialisasi. Kedua, peran kuratif merupakan upaya menolong, mengobati sesuatu hal yang telah terjadi dan Ketiga, peran represif merupakan upaya menekan atau menahan. Kata Kunci: Konseling Keluarga, Prilaku Agresif, Residen Penyalahgunaan NAPZA
Description: v, 86 hlm,; 29 cm
metadata.dc.description.uri: --
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/40801
ISSN: --
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
TAUFIQ-FDK.pdf4.33 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.