Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/40690
Title: Vote Buying (Jual Beli Suara) Dalam Pemilihan Umum Legislatif 2014 di Kelurahan Pengasinan, Bekasi Timur
Authors: Wirawan Muhammad
Advisors: Hasan Ansori
Keywords: Jual Beli Suara, Vote Buying, Politik Uang
Issue Date: 20-Mar-2016
Publisher: Jakarta : Fakultas Ilmu Social Dan Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah
Abstract: Skripsi dengan judul Vote Buying (Jual Beli Suara) dalam Pemilihan Umum Legislatif Tahun 2014 Di Kelurahan Pengasinan, Bekasi Timur, ini mendeskripsikan perilaku pemilih dalam jual beli suara pada pemilihan umum legislatif tahun 2014 di Kelurahan Pengasinan, Rawalumbu, Bekasi Timur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran perilaku pemilih terhadap jual beli suara pada pemilihan legislatif tahun 2014 di Kelurahan Pengasinan, Rawalumbu, Bekasi Timur. Dalam penelitian ini, peneliti mengunakan pendekatan Teori Pertukaran Sosial dari Peter. M. Blau, yang khususnya terkait tentang sifat imbalan dari pertukaran yang akan dijadikan acuan oleh peneliti dalam merancang kuesioner guna mencari gambaran jual beli suara berdasarkan perspektif pemilih pada pemilihan umum legislatif 2014 di kelurahan Pengasinan, Rawalumbu, Bekasi Timur. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan cara menyebarkuesioner kepada 397 responden. Populasi yang diambil dalam penelitian ini adalah warga kelurahan Pengasinan yang telah terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Teknik penarikan sampel purposive, dengan menentukan kriteria khusus terhadap sampel, yaitu warga yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), dan telah menggunakan hak pilihnya dalam pileg tahun 2014. Temuan dari studi ini menunjukan Gambaran perilaku pemilih dalam jual beli suara pada pemilihan umum legislatif tahun di Kelurahan Pengasinan, Rawalumbu, Bekasi Timur secara spesifik dianalisis dengan tiga (3) dimensi. Pada dimensi pemahaman jual beli suara, sebagian besar pemilih di Kelurahan Pengasinan beranggapan bahwa segala bentuk jual beli suara adalah tidak boleh. Pada dimensi pengalaman jual beli suara, sebagian besar pemilih di Kelurahan Pengasinan pernah, minimal satu kali menerima ataupun bersentuhan dengan bentuk-bentuk jual beli suara. Pada dimensi pertukaran jual beli suara, sebagian besar pemilih di Kelurahan Pengasinan memberi jawaban tidak memilih timses atau caleg yang melakukan bentuk-bentuk jual beli suara. Dalam hal ini berarti membuktikan bahwa teori pertukaran belum relevan terjadi pada pemilihan umun legislatif pada tahun 2014 kemarin.
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/40690
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
WIRAWAN MUHAMMAD - FISIP.pdf29.52 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.