Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/39832
Title: Menghafal al-qur'an dalam pendidikan formal
Authors: Lilik Ummi Kaltsum
Advisors: Lilik Ummi Kaltsum
Keywords: menghafal
Issue Date: 12-Jul-2010
Publisher: Departemen Agama Jawa Timur
Citation: fenomena menghafal al-Qur'an
Abstract: Upaya melahirkan hafidz hafidzah merupakan cita-cita mulia yang seharusnya dibarengi dengan kerja keras yang juga mulia dari berbagai pihak yaitu pimpinan sekolah, pembina tahfidz, orang tua dan anak didik. Kerjasama yang baik dari keempat pihak inilah yang akan menjadi soslusi dari kegagalan program tahfidz di sekolah-sekolah. Pertama, kepala sekolah atau ketua yayasan sebagai pemegang kebijakan dalam keputusan-keputusan yang ditetapkan, termasuk keputusan kewajiban menghafal al-Qur’an harus mempertegas tujuan utama mengadakan program tahfidz dalam sekolahnya, apakah hanya sebatas formalitas (marketable) ataukah memang melahirkan hafidz hafidzah yang dapat di pertanggung jawabkan meski hanya sebagian dari ayat-ayat al-Qur’an. Jika tahfidz hanya sebatas formalitas, sekedar latihan hafalan atau sekedar melahirkan “mantan hafidz-hafidzah”, maka mental para orang tua termasuk anak didiknya harus dipersiapkan, sehingga tidak ada tuntutan para wali murid kepada sekolahan termsauk juga penyesalan para siswanya karena lenyapnya ayat-ayat yang telah dihafalkan. Sedangkan jika program ini benar-benar ingin mencetak hafidz-hafidzah yang siap dibekali pelajaran lain pasca tahfidz untuk pengembangan dan pendalaman hafalan mereka, maka orang tua juga harus diajak kerjasama ikut andil menjaga hafalan tersebut atau sering diulang-ulang di rumah. Demikian juga, para siswa harus sering diberikan wawasan atas tanggungjawab menjaga ayat-ayat yang telah dihafalkan. Apapun tujuan atau motivasi dari program tahfidz seharusnya kepala sekolah atau ketua yayasan mengkomunikasikannya kepada pihak orang tua, sekaligus siswa dan para pembimbingnya, sehingga merekapun bisa menerima masing-masing konsekuensinya. Kedua, pihak wali murid atau orang tua. Sebelum memasukkan anak ke sekolah tersebut seharusnya orang tua menanyakan program tahfidz tersebut, sehingga siap menerima segala konsekuansinya. Sebaiknya orang tua selalu ikut mengulang-ulang hafalan anak, sehingga tidak terkesan membuang-buang waktu, tenaga juga biaya. Karena, hampir setiap hari anak ditagih atau ditekan untuk setor hafalan. Namun, pada akhirnya halafan yang dibangun dengan susah payah itupun hilang dalam sekejap. Membuang biaya karena salah satu jawaban dari pertanyaan mengapa sekolah ini mahal adalah karena ada materi keagamaan antara lain solat jamaah dan bimbingan menghafal al-Qur’an. Ketiga, instruktur tahfidz merupakan kunci kesuksesan program ini. Seharusnya guru-guru tahfidz merubah slogan “memperbanyak hafalan” dengan “memperlancar hafalan”, sedikit hafalan tetapi lancar dan tepat secara tajwid daripada banyak tetapi tidak lancar dan tidak mujawwad. Prinsip inilah yang harus ditanamkan. Karena, kemampuan menghafal anak berbeda-beda. Istiqomah atau kontiniutas inilah yang menjadi penentu bukan kecerdasan anak untuk menambah beberapa ayat dalam sehari, sehingga peringkat yang diberikan adalah sedikit tapi lancar itu lebih bertanggung jawab dari pada banyak ayat tapi tidak lancar membacanya, bahkan hilang hafalannya. Keempat, anak sebagai obyek yang dibebani menghafal al-Qur’an. Sebagai obyek seharusnya anak diberikan sedikit pengertian tentang kegiatan menghafal al-Qur’an yang arahnya pada kecintaan anak pada kitab sucinya. Hal ini bertujuan agar proses menghafal al-Qur’an dilakukan tidak dengan terpaksa tetapi penuh dengan semangat keceriaan. Sikap senang, ceria, enjoy ketika menghafal ayat-ayat dibarengi dengan tehnik-tehnik yang tidak monoton akan mempermudah dan mempercepat daya ingat anak sekaligus menumbuhkan kerjasama yang baik antara otak kiri dan otak kanan anak didik.
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/39832
ISSN: fenomena menghafal al-Qur'an
Fenomena Menghafal Al-Qur'an
Appears in Collections:Artikel

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
FENOMENA MENGHAFAL AL-Qur'an.pdf342.6 kBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.