Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/39706
Title: Eco Pesantren Berbasis Paradigma Pembangunan Berkelanjutan
Authors: Kristiyanto
Issue Date: 2015
Publisher: Sekolah Pascasarjana Universitas Islam Negri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta
Abstract: Abstrak Kajian disertasi ini membuktikan, bahwa harmonisasi tatanan kehidupan (ekologis maupun non ekologis), dapat terbangun dengan adanya konsistensi dan komitmen didalamnya. Kesimpulan diatas, bagian dari argumen yang terbangun oleh Hidayat (2010), Rusli (2008), Hassan and Ali (2012); Bensaid (2013), Sarvestani and Shahvali (2008), Mohd Yaseen Gada (2014), bahwasanya keterlibatan peran agama Islam, dalam mengintervensi derap pembangunan sangat menentukan terciptanya konsistensi dalam implementasinya. Hal tersebut, juga sangat dibutuhkan dalam penguatan bangunan model pembangunan berkelanjutan berbasis ekologis, yang mampu menghidupkan dari generasi ke generasi, tanpa mengurangi hak-hak generasi selanjutnya WCED (1987); Seidl and Tisdell (1999); Abernethy (2001); Chay Asdak (2012); Emil Salim (2000); Usman (2010). Salah satu contoh bentuk konsistensi, dalam mengimplementasikan model pembangunannya, apa yang telah dilakukan Ma’had al-Zaytun, yang dibangun secara ekologis. Di samping itu, model pembangunan tersebut, juga merupakan bagian dari bentuk respon terhadap permasalahan tatanan ekologi-lingkungan global, dengan memberikan sebuah solusi alternatif secara lokal maupun global dalam menciptakan rantai atau jejaring kehidupan yang harmonis, seimbang, dan keberlanjutan secara ekologis maupun non ekologis, dalam perubahan dan perkembangannya. Di lain pihak, implementasi pengembangan konsep paradigma pembangunan berkelanjutan, masih menyisakan sekelumit permasalahan yang belum terjawab secara holistik - Integratif . Hal tersebut, dikuatkan oleh Estes (1993); Essien and Bisong (2009); Wahono dkk (2005); Brown dkk (1987); Hamid (2009); Baiquni (2003); dan Kristanto (2013). Meledak dan Meluapnya krisis alam (gejolak tatanan ekologis/non ekologis), sebagai konsekuensi berkesinambungan dari model pembangunan dengan roadmap tata kelola yang salah dan tidak sinergis, serta lebih condong pada arogansi atau kepentingan individu maupun kelompok, sehingga kecenderungan konflik akibat proses pembangunan tersebut, semakin meningkat, Alikodra (2012) dan Spillmann (1995). Di samping itu, Keterlibatan kajian-kajian keilmuan dalam pendekatannya, seperti kajian ekologis, masih mengalami kendala atau hambatan dalam merespon perubahan-perubahan yang semakin cepat dan dinamis. Hal tersebut, dikuatkan oleh Dale and Beyeler (2001); Sastrapratedja (2009); dan Supelli (2011). Posisi kajian disertasi ini, memetakan bahwa dinamika perubahan dan pengembangan paradigma pembangunan berkelanjutan, mengarah pada terciptanya model pembangunan yang ekologis maupun non ekologis, dimana modelnya mampu memberikan tatanan roman ekologis yang humanis. Di samping itu, mampu memberikan khasanah kajian ekologi yang lebih komprehensif dan terintegrasi dalam mengembangkan model pembangunan yang lebih arif dan bijak
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/39706
Appears in Collections:Disertasi

Files in This Item:
File SizeFormat 
KRISTIYANTO-SPS.pdf490.29 kBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.