Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/39328
Title: Pengaruh unsur-unsur ekstrinsik terhadap diksi peribahasa arab dan indonesia (analisis sastra bandingan)
Authors: Cahya Buana
Yani'ah Wardani
Keywords: Sastra
Issue Date: 21-Nov-2012
Publisher: Lembaga Penelitian: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Abstract: Diksi adalah pilihan kata yang digunakan dalam suatu karya sastra termasuk peribahasa. Diksi yang digunakan dalam setiap karya sastra berbeda-beda. Perbedaan ini disebabkan oleh banyak hal, di antaranya dipengaruhi oleh unsur-unsur ekstrinsik yang meliputinya, seperti sejarah, geografi, alam dan budaya. Unsur-unsur ini sangat mempengaruhi diksi yang digunakan dalam peribahasa Arab dan Indonesia. Untuk mengetahui karakteristik diksi kedua peribahasa serta unsur-unsur ekstrinsik yang mempengaruhinya, termasuk di dalamnya perbedaan dan persamaan antara keduanya, dan juga keterpengaruhan antar kedua peribahasa tersebut, dalam penelitian ini digunakan analisis sastra bandingan. Melalui kajian ini terbukti, bahwa masing-masing peribahasa memiliki karakteristik tersendiri yang disebabkan oleh unsur-unsur ekstrinsik yang mempengaruhinya, meskipun berdasarkan tema, masingmasing ada kesamaan, seperti dalam penggunaan nama binatang, fenomena alam, benda-benda langit, tumbuhan, dan budaya. Namun demikian, ada beberapa unsur ekstrinsik yang dominan di setiap peribahasa sebagai pengaruh dari perbedaan geografi keduanya. Amtsâl (peribahasa Arab) adalah cerminan kehidupan padang pasir, sedangkan peribahasa Indonesia merupakan cerminan dari kehidupan negara agraris dan maritim. Unta, kurma, fenomena alam padang pasir, serta peperangan, merupakan diksi yang paling dominan dalam amtsâl, selain nama-nama orang. Adapun ayam, ikan, air, padi, dan peralatan rumah tangga tradisional, menjadi ciri khas dari diksi peribahasa Indonesia. Oleh karena itu, pada tataran bahasa atau lafaz yang digunakan, terdapat persamaan dan perbedaan antara kedua peribahasa tersebut. Akan tetapi pada tataran makna, baik amtsâl maupun peribahasa sama-sama digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan moral baik yang bersifat lokal maupun universal. Meskipun kedua peribahasa ini dalam beberapa hal memiliki persamaan, namun tidak bisa dikatakan kalau satu sama lain saling mempengaruhi, sebab masing-masing tampil dengan karakter masingmasing baik secara intrinsik maupun ekstrinsik. Namun demikian, pengaruh sastra Arab tetap tampak dalam peribahasa Indonesia terutama pada kata-kata bijak atau al-amtsâl al-hikmiyyah. Hal ini sebagai ekses dari masuknya Islam ke dalam idelogi masyarakat Indonesia.
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/39328
Appears in Collections:Laporan Penelitian

Files in This Item:
File SizeFormat 
Fulltext.pdf2.75 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.