Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/38303
Title: Pemaknaan Majazi Terhadap Hadis Orang Mukmin Makan dalam Satu Usus dan Kafir Makan dalam Tujuh Usus”, Skripsi Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2017
Authors: Yeni Yulianti
Advisors: M. Isa H.A Salam
Issue Date: 21-Jan-2018
Abstract: Latar belakang skripsi ini adalah karena dalam memahami majaz sering terjadi perdebatan antara pemaknaan secara tekstual dan kontekstual. Pemaknaan haqiqi bagi kaum tekstual adalah lebih tepat dibanding pemaknaan majazi, sedangkan bagi kaum kontekstualis adalah sebuah keharusan di suatu saat untuk memaknai hadis secara majazi dan lafal yang dipandang sebagai majaz itu perlu takwil. Permasalahan yang ingin ditemukan jawabannya melalui penelitian ini adalah bagaimana pemahaman majazi terhadap hadis Nabi khususnya hadis orang mukmin makan dalam satu usus dan kafir makan dalam tujuh usus. Untuk mencapai tujuan tersebut penulis menggunakan metode Yûsuf Qardâwî dalam memahami majaz hadis dan metode yang digunakan tersebut adalah metode takwil yakni metode untuk megalihkan makna kata, dari makna hakiki ke makna majazi atau membedakan antara hakikat dan majaz (al-tafriq baina al-haqiqah wa al-majaz). Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian pustaka. Sumber data dalam penelitian ini adalah hadis tentang orang mukmin makan dalam satu usus dan kafir makan dalam tujuh usus yang terdapat dalam Ṣâhîh al-Bukhâri dan Ṣâhîh Muslim. Pembahasan mengenai matan hadis ini berdasarkan pada kitabkitab syarah hadis terutama kitab syarah hadis Ṣâhîh al-Bukhâri, yaitu Fathu al- Bâri yang disusun oleh Ibn Hajar al-‘Asqalāni dan kitab syarah Ṣâhîh Muslim yang disusun oleh Imam al-Nawâwi. Dari penelitian ini, maka diperoleh kesimpulan bahwa hadis tersebut sulit untuk dipahami secara harfiahnya karena dalam kenyataan yang lazim, perbedaan anatomi tubuh manusia tidak disebabkan oleh iman. Kesulitan ini akan hilang bila hadis tersebut diartikan dengan makna majazi yaitu kezuhudannya orang mukmin yang disebutkan dalam satu usus dan keserakahannya orang kafir yang disebutkan dalam tujuh usus dimaksudkan untuk menunjukkan sifat atau karakter rakus dan berlebihan dalam urusan duniawi. Selanjutnya sebagai bentuk tamsil dan penyerupaan, jika dilihat dari ilmu balaghah hadis tersebut terdapat isti’arah tamsiliyyah
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/38303
Appears in Collections:Tesis

Files in This Item:
File SizeFormat 
SKRIPSI YENI - FUF.pdf2.97 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.