Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/38259
Title: Studi hadis menyalatkan jenazah munafik (kritik terhadap fatwa dewan dakwah islamiah Indonesia tentang sanksi agama bagi pendukung penista agama dan pemilih calon pemimpin non-muslim)
Authors: Jauharatu Nabilah
Advisors: Ahmad Fudhaili
Issue Date: 18-Jan-2018
Publisher: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta: Fakultas Ushuluddin, 2018
Abstract: Satu hal yang sempat merebak dan meresahkan masyarakat beberapa waktu terakhir adalah beredarnya fatwa mengenai larangan menyalatkan jenazah pendukung Ahok yang dikeluarkan oleh suatu organisasi Islam di Indonesia. Mereka mengklaim bahwa pendukung penista agama dan pemilih calon pemimpin non-muslim tersebut adalah seorang munafik yang jenazahnya tidak patut disalati berdasarkan al-Quran surat al-Taubah ayat 84 dan hadis Nabi saw yang berbunyi S}allu> ‘ala> S}a>hibikum. Dengan pemahaman hadis menggunakan metode solutif Mukhtalaf al- Hadi>ts yakni al-Jam’u wa al-Taufiq, penelitian ini mengkritik fatwa yang telah dikeluarkan oleh pusat kajian Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia terkait larangan menyalatkan jenazah muslim pendukung penista agama dan pemilih calon pemimpin non-muslim. Pada akhirnya, penelitian ini memberikan kesimpulan bahwa kenyataan Nabi saw pernah tidak menyalatkan jenazah munafik tidak dapat kita jadikan legitimasi untuk tidak menyalatkan jenazah muslim pendukung Ahok sebagai bentuk sanksi sosial sebagaimana fatwa yang dikeluarkan pusat kajian Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII)
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/38259
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
JAUHARATU NABILAH-FU.pdf3.81 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.