Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/38253
Title: Hubungan stres oksidatif dengan cygb dan HIF-1α pada fibrosis dengan keloid sebagai model
Authors: Endah Wulandari
Sri Widia A Jusman
Yefta Moenadjat
Ahmad A Jusuf
Mohamad Sadikin
Keywords: cygb;HIF-1α;keloid;stres oksidatif;kolagen
Issue Date: 12-Nov-2015
Publisher: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta: Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, 2015
Series/Report no.: Seminar Nasional: Prosiding dan sertifikat Pemakalah, makalah, Kongres XI Dan Seminar Nasional XIX PBBMI, Bali;
Abstract: Pada keloid terjadi peningkatan sintesis kolagen oleh fibroblas, yang disertai peningkatan keperluan energi dan oksigen. Oleh karena peningkatan keperluan oksigen, terjadi hipoksia relatif, sehingga protein hypoxia-inducible factor-1α (HIF-1α) stabil sebagai respons terhadap hipoksia. Hipoksia relatif yang terjadi memicu ekspresi gen sitoglobin (Cygb) yang diduga berfungsi mensuplai oksigen dan mempunyai efek melindungi sel terhadap stres oksidatif yang terjadi pada keadaan hipoksia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan stres oksidatif dengan Cygb dan HIF-1α pada fibrosis keloid. Metode: Observasional deskriptif analitik. Sampel keloid diperoleh melalui biopsi dan kontrol preputium diperoleh melalui siskumsisi, masing-masing sebanyak 10 jaringan. Pengukuran ekspresi mRNA Cygb dan HIF-1α dilakukan dengan real time RT-PCR; parameter stres oksidatif diukur melalui kadar MDA dan GSH; sedangkan kepadatan kolagen secara histologis dengan pewarnaan Van Gieson. Hasil: mRNA Cygb meningkat bermakna 8,74 kali dan mRNA HIF-1α 5,14 kali pada keloid dibandingkan preputium p,0,05; t-test). Kadar MDA keloid lebih tinggi bermakna (25,60+10,60) VS preputium (4,60+1,58) pmol/mL (p,0,05; t-test); sedangkan kadar GSH keloid lebih rendah bermakna (3,89+2,18) VS preputium (49,96+5,89) ng/mg protein. (p<0,05; t-test). Terdapat korelasi kuat, sangat bermakna antara kadar MDA dengan mRNA Cygb dan mRNA HIF-1α (R=0,855 dan R=0,828; p<0,01). Kesimpulan : Pada keloid terjadi stres oksidatif yang ditunjukkan oleh kadar MDA yang tinggi dan rendahnya GSH, yang diinduksi oleh hipoksia. Stres oksidatif pada jaringan keloid juga memicu sintesis Cygb yang berperan untuk suplai oksigen pada keadaan hipoksia, serta juga menginduksi sintesis HIF-1 yang berperan untuk pembentukan protein pada adaptasi terhadap hipoksia.
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/38253
Appears in Collections:Prosiding Workshop/Lokakarya/Seminar

Files in This Item:
File SizeFormat 
HUBUNGAN STRES OKSIDATIF DENGAN CYGB DAN HIF-1Α PADA FIBROSIS.pdf933.2 kBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.