Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/38238
Title: Memahami ulang hadits tentang orang yang melupakan hafalan al-qur’an (kajian ikhtilaf al-hadits)
Authors: Mohamad Fauzan
Advisors: Atiyatul Ulya
Issue Date: 29-Nov-2017
Publisher: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta: Fakultas Ushuluddin, 2017
Abstract: Problematika utama yang di diteliti dalam tulisan ini adalah apakah orang yang menghfalkan al-Qur‟an boleh melupakan hafalan al-Qur‟ân?, Tulisan ini mendiskusikan pemahaman hadîts yang terkait dengan permasalahan tersebut. Di sini penulis menemukan hadîts yang mengatakan bahwa dosa yang paling terbesar adalah orang yang melupakan hafalan al- Qur‟ân, dan orang yang melupakan hafalan al-Qur‟ân pada hari kiamat nanti akan di potong tangannya. Tapi di satu sisi penulis menemukan hadîts dimana Rasȗlullah lupa akan ayat al-Qur‟ân. Sehingga dari penjelasan tersebut secara tekstualis hadîts tentang orang yang melupakan hafalan al- Qur‟ân berlawanan. Penelitian skripsi ini merupakan jenis penelitian kepustakaan (library research). Untuk itu, digunakan bahan-bahan kepustakaan dengan sumber primer dari Sunan at-Tirmidzî, sunan Dawȗd, Sahîh Bukhârî, serta kitab Ikhtilaf al-Hadîts. Dalam mengolah data, langkah yang pertama dilakukan adalah mentakhrij untuk mengetahui kualitas dari hadîts tersebut. Kemudian langkah kedua menggunakan teori ikhtilâf al-Hadîts, langkah yang digunakan sebagai metode penyelesaian hadîts-hadîts yang bertentangan: al-Jam‟u wa at-Taufiq(kompromi), jika jalan kompromi tidak bisa dilakukan maka Nasikh wa al-Mansukh (membatalkan salah satu dan mengamalkan yang lain), dan jika jalan Nasikh wa al-Mansukh tidak bisa dilakukan maka Tarjih (memilih yang terkuat). Dengan demikian, jalan yang ditempuh penulis dalam menyelesaikan hadîts mukhtalif menggunakan metode Tarjih, dengan mengunggulkan salah satu hadîts dilihat dari kualitas hadîts tersebut. Berpijak kepada pembahasan disini penulis menyimpulkan, bahwa orang yang melupakan hafalan al-Qur‟ân tidak mendapatkan dosa karna hadîts yang mengatakan itu kualitasnya dha‟if, akan tetapi yang mendapatkan dosa adalah orang yang melalaikan al-Qur‟ân. Dan hadîts yang mengatakan Rasȗlullah lupa akan ayat al-Qur‟ân, Rasȗlullah Saw bukan lupa secara sengaja melainkan lupa sesaat dimana itu adalah sifat manusiawi. Tapi di satu sisi hadits ini juga bisa di kompromikan bila di lihat dari segi makna dari matan hadits tersebut
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/38238
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
MOHAMAD FAUZAN-PU.pdf1.19 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.