Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/38213
Title: Kritik hadis-hadis yang disampaikan para khatib di khutbah jum’at
Authors: Joniperindra
Advisors: Rifqi Muhammad Fatkhi
Issue Date: 20-Dec-2017
Publisher: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta: Fakultas Ushuluddin, 2017
Abstract: Kabupaten Berau adalah salah satu Kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur. Ibu kota Kabupaten ini terletak di Tanjung Redeb, Berau. Kabupaten Berau berasal dari Kesultanan Berau yang didirikan sekitar abad ke-14. Kemudian awal sekitar abad XVIII datanglah penjajah Belanda memasuki kerajaan Berau dengan berkedok sebagai pedagang (VOC). Pada saat bersamaan masuk pula ajaran agama Islam ke Berau yang dibawa oleh Imam Sambuayan dengan pusat penyebarannya di sekitar Sukan. Penelitian ini menunjukkan bahwa teori beragama harus berlandaskan pada sumber yang otoritatif, yaitu al-Qur’an dan hadis. Sehingga perlulah dilihat bagaimana praktek beragama di masyarakat Berau. Sebagai media dakwah untuk menyampaikan ayat-ayat al-Qur’an dan sunnah Rasulullah saw. Khutbah Jum’at banyak menggunakan hadis-hadis sebagai landasan dalam melakukan kegiatannya. Hadis-hadis yang digunakan tersebut perlu dikaji lebih lanjut dalam mengetahui kualitas hadis baik dari segi sanad dan matan hadis. Pada penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian kombinasi lapangan field reseach dan kepustakaan library reseach. Penelitian lapangannya dimasjid-masjid yang dipilih sedangkan kepustakaannya untuk meneliti kualitas hadis-hadis tersebut. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini secara keseluruhan adalah dengan menggunakan penelitian data kualitatif. Adapun cara pengumpulan data-datanya dilakukan dengan menelusuri teks hadis-hadis yang tercantum dalam kitab-kitab hadis, yaitu dengan menggunakan ilmu takhrij al- ḥ adīts melalui metode pertama, yaitu: menelusuri lafaz hadisnya langsung pada kitab asli Al-Mu’jam al-Mufahras li alfāẓ al-Ḥ adīts al-Nabawī. Kemudian setelah data-data terkumpul dilanjutkan dengan menganalisa isi hadis. Analisa dilakukan dengan menentukan kualitas sanad hadis. Setelah dilakukan penelitian, mayoritas hadis-hadis yang digunakan oleh para Da’i merupakan hadis-hadis sahih. Meskipun di dapatkan juga beberapa hadis ḍ a’īf, akan tetapi dikarenakan hadis-hadis tersebut digunakan sebagai faḍ ail al-a’mal maka penggunaan tetap diperbolehkan selama tidak bertentangan dengan hadis sahih
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/38213
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
JONIPERINDRA-FU.pdf14.62 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.