Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/37939
Title: Persepsi mahasiswa dan dosen terhadap konsep integrasi keilmuan, keislaman, dan keindonesiaan dan implementasinya dalam struktur kurikulum di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Authors: Bambang Suryadi
Euis Amalia
Fika Ekayanti
Issue Date: 2014
Publisher: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta: Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, 2014
Abstract: Perubahan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) berdampak terhadap perubahan visi dan misi UIN Syarif Hidayatullah Jakaarta dan berdampak pada meningkatnya animo masyarakat untuk belajar ke perguruan tinggi tersebut. Visi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta adalah menjadi universitas kelas dunia dengan keunggulan integrasi keilmuan, keislaman, dan keindonesiaan. Adapun misi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta adalah: (1) Menyelenggarakan pendidikan tinggi yang bermutu dan relevan untuk pengembangan keilmuan, transformasi sosial, dan peningkatan daya saing bangsa; dan (2) Menyelenggarakan pendidikan tinggi dalam kerangka struktur dan kultur organisasi yang kokoh, berintegritas, dan akuntabel. Berdasarkan visi dan misi tersebut, Azyumardi Azra sebagai rektor pertama UIN Jakarta, juga memperkenalkan motto UIN Jakarta, yaitu Knowledge, Piety, and Integrity. Visi dan misi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta adalah untuk menjadi universitas kelas dunia dengan keunggulan integrasi keilmuan, keislaman, dan keindonesiaan merupakan konsep yang sangat strategis dan futuristik. Visi dan misi ini perlu dipahami oleh semua sivitas akademika (dosen dan mahasiswa) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Namun sampai saat ini masih belum ada kesamaan persepsi dan pemahaman di kalangan sivitas akademika terhadap konsep integrasi keilmuan, keislaman dan keindonesiaan dan implementasinya ke dalam struktur kurikulum pendidikan tinggi. Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa dan dosen terhadap implementasi konsep integrasi keilmuan, keislaman, dan keindonesiaan dalam struktur kurikulum di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Perbedaan persepsi antara mahasiswa dan dosen terhadap terhadap implementasi konsep integrasi keilmuan, keislaman, dan keindonesaan dalam struktur kurikulum di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta; (2) Permasalahan yang dihadapi dalam implementasi konsep integrasi keilmuan, keislaman, dan keindonesiaan ke dalam struktur kurikulum menurut persepsi mahasiswa dan dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta; dan (3) Strategi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dalam upaya implementasi integritasi keilmuan, keislaman, dan keindonesiaan dalam struktur kurikulum. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed method, yaitu gabungan antara pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan kuantitatif dilakukan untuk mengukur persepsi mahasiswa dan dosen terhadap implementasi konsep integrasi keilmuan, keislaman, dan keindonesiaan dalam struktur kurikulum di UIN Jakarta. Pendekatan kualitatif dilakukan untuk mempertajam dan memperdalam subtansi yang menjadi fokus penelitian. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa (22.173) dan dosen (899) yang tersebar di seluruh fakultas di UIN Jakarta pada tahun 2014. Sedangkan sampel penelitian sebanyak 3% (665) dari jumlah mahasiswa dan 30% (270) dari jumlah dosen. Dengan demikian jumlah sampel penelitian sebanyak 935 orang. Sampel dipilih dengan cara purposive sampling technique. Data penelitian ini terdiri atas data kuantitatif yang dikumpulkan melalui instrumen atau kuesioner dan data kualitatif yang dikumpulkan melalui telaah dokumen dan wawancara. Analisis data yang digunakan adalah Confirmatory Factor Analysis (CFA) untuk melakukan uji validitas konstruk instrumen dan menggunakan stastitik deskriptif untuk mengetahui persepsi mahasiswa dan dosen terhadap konsep integrasi dan implementasinya dalam struktur kurikulum di UIN Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum, yaitu sebesar 49.4% responden mahasiswa dan 30.76% responden dosen, memiliki persepsi yang positif terhadap konsep integrasi keilmuan, keislaman, dan keindonesiaan sebagai visi UIN Jakarta. Namun demikian, sebesar 18.35% responden mahasiswa dan 47.77% responden dosen dalam penelitian ini berpandangan konsep integrasi tersebut perlu diperjelas dan diperlukan nomenklatur khusus. UIN Bandung misalnya, memiliki nomenklatur wahyu memandu ilmu, sedangkan UIN Malang memiliki nomenklatur pohon ilmu. Tidak adanya nomenklatur khusus tentang integrasi keilmuan ini, menurut Azyumardi Azra justru menjadi distingsi atau kekhasan integrasi di UIN Jakarta,yakni tidak ada dikotomi dalam keilmuan. Jika disebut wahyu dan ilmu, berarti wahyu dan ilmu itu sesuatu yang terpisah. Atau jika disebut pohon ilmu, berarti masih ada ranting-ranting yang merupakan bagian dari keilmuan. Namun dengan penggunaan istilah integrasi, maka kesan dikotomi keilmuan bisa dihilangkan. Oleh karena itu, di UIN Jakarta tidak perlu ada nomenklatur khusus yang menggambarkan konsep integrasi tersebut, tetapi cukup disebut dengan integrasi keilmuan, keislaman, dan keindonesiaan. Terkait dengan kendala yang dihadapi untuk mengimplementasikan konsep integrasi dalam struktur kurikulum, hasil penelitian menunjukkan bahwa lima kendala yang dianggap penting oleh responden adalah: (1) Belum ada panduan implementasi konsep integrasi dalam struktur kurikulum, dipilih oleh 54.44% responden dosen dan 22.83% responden mahasiswa; (2) Terbatasnya kompetensi dosen dalam menerapkan konsep integrasi dalam proses pembelajaran, dipilih oleh 53.33% responden dosen dan 30% responden mahasiswa; (3) Kurang sosialisasi tentang konsep integrasi, dipilih oleh 52.22% responden dosen dan 42.68% responden mahasiswa; (4) Belum ada numenklatur khusus untuk konsep integrasi, dipilih oleh 47.77% responden dosen dan 18.35% responden mahasiswa; dan (5) Terbatasnya alokasi waktu untuk mata kuliah keislaman di program studi umum, dipilih oleh 30% responden dosen dan 29.7% responden mahasiswa.. Temuan penelitian ini memiliki implikasi bahwa dalam menerapkan sebuah gagasan atau konsep, termasuk konsep integrasi, unsur dosen sebagai pelaku utama dalam pendidikan memiliki peran yang sangat penting. Sebaik apapun sebuah konsep dan struktur kurikulum, jika tidak diikuti dengan kemampuan dosen yang tinggi, sudah bisa dipastikan konsep tersebut tidak dapat diterapkan dengan baik. Untuk meningkatkan kompetensi dosen dalam mengimplementasikan konsep integrasi tersebut, perlu ada capacity building dalam bentuk pelatihan atau workshop bagi para dosen sebelum mereka mengajar mata kuliah di masing-masing program studi. Hasil penelitian merekomendasikan: (1) Implementasi konsep integrasi tidak hanya dalam struktur kurikulum, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan harian kampus; (2) Konsep integrasi ini masih perlu dikaji kembali secara mendalam, sehingga konsep tersebut menjadi lebih sistematis, integratif, dan komprehensif agar tidak terkesan hanya sebagai sebuah label kampus Islam; (3) Perlu diadakan lebih banyak training atau workshop tentang implemetnasi konsep integrasi dalam struktur kurikulum dengan sistem penilaian yang relevan; (4) Perlu adanya sosialisasi konsep integrasi dan implementasinya dalam struktur kurikulum secara intensif bagi sivitas akademika; (5) Karya akademik dalam bentuk skripsi/tesis/disertsi, perlu memuat nilai-nilai keislaman yang menjadi ciri khas UIN Jakarta.
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/37939
Appears in Collections:Laporan Penelitian

Files in This Item:
File SizeFormat 
FIKA EKAYANTI.pdf1.59 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.