Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/37820
Title: Living hadis : studi atas fenomena tradisi fidyah salat dan puasa bagi orang meninggal di Indramayu
Authors: Nurkholis Sofwan
Advisors: Masri Mansoer
Issue Date: 15-Jan-2018
Publisher: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta: Fakultas Ushuluddin, 2018
Abstract: Penelitian ini untuk mendeskripsikan fenomena tradisi fidyah salat dan puasa bagi orang meninggal di Indramayu sebagai fenomena living hadis. Secara umum, fidyah salat yang dilakukan masyarakat masih menimbulkan kontroversi yang cukup sengit, baik dari segi pemahaman maupun praktiknya. Berbeda dengan fidyah puasa yang disepakati oleh seluruh masyarakat Muslim. Meski demikian, masyarakat Indramayu tetap melaksanakan tradisi fidyah yang mereka anggap sesuai dengan petunjuk hadis dan pendapat para ulama fiqh dalam ‘kitabkitab kuning’. Oleh karena itu, penelitian ini sangat penting dan menarik untuk diteliti lebih dalam. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui pendapat ulama tentang fidyah salat dan puasa bagi orang meninggal, 2) mengetahui sejarah terbentuknya tradisi fidyah di Indramayu, 3) mengetahui pemahaman dan beragam praktik tradisi fidyah yang dilakukan masyarakat Indramayu sebagai pemaknaan terhadap hadis fidyah salat dan puasa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah kualitatif-deskriptif. Adapun pendekatan dalam penelitian ini yaitu pendekatan fenomenologi, etnografi dan studi kasus. Pendekatan fenomenologi dilakukan dengan meneliti fakta religius yang bersifat subjektif dari masyarakat Indramayu tentang pelaksanaan tradisi fidyah. Sementara pendekatan etnografi dilakukan untuk mendeskripsikan keadaan masyarakat Indramayu yang dilihat dari beberapa aspek, terutama aspek sosial dan agama. Adapun pendekatan studi kasus dalam penelitian ini dilakukan dengan mengungkap pola-pola tradisi fidyah salat dan puasa di Indramayu. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara mendalam (deep interview) kepada masyarakat Indramayu sebagai sumber primer penelitian dan menganalisa buku-buku yang mendukung tema penelitian sebagai sumber data sekunder. Penelitian ini dilakukan di Desa Tenajar Lor (Kec. Kertasemaya), Desa Sliyeg Lor (Kec. Sliyeg), dan Desa Segeran Kidul (Kec.Juntinyuat), Kabupaten Indramayu. Dari penelitian tersebut, disimpulkan bahwa sebagian ulama tidak sepakat terhadap fidyah salat dan puasa bagi orang meninggal, dan sebagian yang lain menyepakatinya. Tradisi fidyah yang dilakukan masyarakat Indramayu telah ada sejak awal tahun 1900-an. Doktrin fidyah salat dan puasa berawal dari studi masyarakat Indramayu di berbagai pesantren di Pulau Jawa, kemudian ditransmisikan kepada masyarakat luas melalui pengajian-pengajian di pesantren, masjid dan musala hingga menjadi tradisi yang kokoh. Masyarakat Indramayu memaknai hadis fidyah salat dan puasa sebagai iḥtiyaṭ (kehati-hatian) terhadap kekurangan atau utang salat dan puasa si mayyit. Dalam hal ini ada tiga (3) model tradisi fidyah yang dilakukan masyarakat Indramayu: 1) fidyah dengan cara membolak-balikkan beras atau uang (tradisi Geong) pada hari tertentu, 2) fidyah dibagikan langsung kepada fakir miskin sebelum jenazah disalatkan, dan 3) beras fidyah dibagikan pada saat tahlilan. Pada umumnya, masyarakat Indramayu melakukan tradisi fidyah pada hari ketujuh kematian seseorang.
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/37820
Appears in Collections:Tesis

Files in This Item:
File SizeFormat 
NURKHOLIS SOFWAN-FU.pdf9.83 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.