Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/37756
Title: Ajaran makrifat Sunan Kalijaga dan Syekh Siti Jenar
Authors: Dalilah Ukhriyati
Advisors: Wiwi Siti Sajaroh
Issue Date: 7-Dec-2017
Publisher: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta: Fakultas Ushuluddin, 2017
Abstract: Penelitian ini akan menjelaskan tentang persamaan dan perbedaan ajaran makrifat Sunan Kalijaga dan Syekh Siti Jenar. Metode Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis untuk mengetahui permasalahan yang mengenai persamaan dan perbedaan ajaran Sunan Kalijaga dan Syekh Siti Jenar, terdapat dua naskah yang menjadi rujukan primer yaitu Suluk Linglung dan Serat Natarata (Serat Siti Jenar). Sehingga penulis mendeskripsikannya secara terperinci dalam pemahaman yang komprehensif. Dalam teknik pengumpulan data, penulis menggunakan kepustakaan murni terhadap sumber primer maupun sekunder. Hasil Penelitian ini adalah kedua tokoh tersebut mempunyai persamaan dalam ajaran makrifat yaitu Manunggaling Kawula Gusti. Manunggaling kawula Gusti yang diartikan sebagai menyatunya (manunggaling) manusia (kawula) dengan Allāh (Gusti). Dalam ajaran makrifat Sunan Kalijaga yang melalui manunggaling kawula Gusti adalah suatu hal yang istimewa dan tidak terdapat pada sembarangan orang melainkan atas petunjuk dan hidayah dari Allāh, karena segala sesuatu perbuatan manusia yang menentukan adalah Allāh SWT, sedangkan dalam ajaran makrifat Syekh Siti Jenar yang melalui manunggaling kawula Gusti adalah manusia di ajak untuk membuktikkan keberadaan Allāh secara langsung (adanya alam semesta), bukan hanya memahami keberadaan Allāh dari sisi nalar pikiran (ilmu) dan rasa sentimen makhluk (perasaan yang dipaksa dengan doktrin surga dan neraka). Adapun, cara menyampaikan ajaran makrifat kepada pengikutnya dari kedua tokoh tersebut mempunyai gaya yang berbeda. Sunan Kalijaga cara mengajarkannya lebih memfokuskan pada pengalaman kehidupan sehari-hari orang Jawa dalam memahami sangkan paran (tujuan hidup manusia) melalui konsep kesenian budaya yaitu tembang dan wayang. Sedangkan Syekh Siti Jenar, cara mengajarkannya lebih memfokuskan pada olah batin untuk mencapai diri sejati (diri yang telah mencapai kesempurnaan)
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/37756
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
DALILAH UKHRIYATI-FU.pdf6.63 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.