Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/37713
Title: Analisis konsumsi tuak pada peminum tuak di Desa Lumban Siagian Jae Kecamatan Siatas Barita Kabupaten Tapanuli Utara Sumatera Utara Tahun 2015
Authors: Sukma Mardiyah Panggabean
Advisors: Yuli Amran
M. Farid Hamzens
Keywords: konsumsi tuak;pengetahuan;sikap;tradisi;kepercayaan;kebiasaan keluarga;peran petugas kesehatan;keluhan kesehatan
Issue Date: Apr-2015
Publisher: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta: Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, 2015
Abstract: Desa Lumban Siagian Jae merupakan daerah dimana sebagian besar penduduknya adalah peminum tuak dengan pola konsumsi yang berlebihan, padahal konsumsi tuak berlebihan dapat mengakibatkan banyak keluhan kesehatan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pola dan faktor-faktor yang mendorong konsumsi tuak serta keluhan kesehatan yang terjadi pada peminum tuak di Desa Lumban Siagian Jae. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Sampel yang diteliti sebanyak 76 orang yang diperoleh melalui metode simple random sampling. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan content analysis untuk mendeskripsikan seluruh variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar merupakan peminum berat dengan jumlah konsumsi tuak lebih dari 500 ml (89,5%) dan meminum tuak selama lebih dari delapan tahun (82,9%). Munculnya perilaku konsumsi tuak didorong oleh faktor pengetahuan, sikap, tradisi, kepercayaan, kebiasaan keluarga dan peran petugas kesehatan. Sebagian besar peminum tuak memiliki pengetahuan yang cukup mengenai tuak (64,5%) dan lebih banyak memiliki sikap negatif terkait konsumsi tuak (69,7%). Faktor tradisi dan kepercayaan menjadi faktor pendorong munculnya perilaku konsumsi tuak karena diketahui bahwa kebiasaan minum tuak telah dilakukan turun temurun sejak peradaban raja-raja Batak dan hingga saat ini sebagian besar (76,2%) keluarga peminum tuak masih memiliki kebiasaan mengonsumsi tuak, peminum tuak juga mempercayai khasiat tuak dapat meringankan keletihan mereka setelah bekerja. Petugas kesehatan hanya melakukan penanggulangan secara holistik, namun lebih cenderung kepada individu. Keluhan kesehatan yang dirasakan oleh para peminum tuak antara lain hipertensi (25%), gigi keropos (23,7%) dan penyakit saluran pencernaan (19,7%). Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan penanggulangan konsumsi tuak di Desa Lumban Siagian Jae, dan bagi peminum tuak agar lebih mampu mengendalikan pola konsumsi tuak.
Description: Lengkap
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/37713
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
SUKMA MARDIYAH PANGGABEAN-FKIK.pdf2.07 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.