Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/37522
Title: Lafaz-lafaz yang bermakna keburukan dalam perspektif al-quran: analisis terhadap lafaz al-syarr, al-fahsya’ dan al-su’
Authors: Alamuddin Syah
Advisors: Ahmad Rifqi Muchtar
Issue Date: 18-Oct-2017
Publisher: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta: Fakultas Ushuluddin, 2017
Abstract: Dalam pembahasan Iʿjâz (mukjizat) al-Quran, salah satu aspek pentingnya adalah pembahasan dari sisi kebahasaannya. Bahasa yang digunakan al-Quran itu sangat unik dan indah. Satu kata yang diungkapkan al-Quran mempunyai maksud tersendiri, sehingga satu kata yang mempunyai arti sama terkadang diungkapkan dalam pilihan kata yang sangat bervariasi. Sama halnya ketika membahas lafaz-lafaz keburukan yang terdapat dalam al-Quran, banyak istilah yang diungkapkan al-Quran mengenai makna keburukan dengan berbagai macam kosakatanya, seperti kata al- Syarr, al-Fahsyâ’, al-Sû’, al-Khabîts, al-Munkar, dan al-Fujûr. Dari hasil penelitian atas pembahasan ini, penulis menyimpulkan bahwa setiap lafaz yang bermakna keburukan dalam al-Quran memiliki esensi makna yang berbeda. Hal ini dapat dilihat dalam rincian sebagai berikut: lafaz al-Syarr beserta derivasinya yang terdapat dalam al-Quran dapat berarti kemiskinan, penderitaan, suatu mudharat, seperti penyakit, kesulitan hidup dan rezeki yang tertahan, lafaz al-Fahsyâ’ beserta derivasinya yang terdapat dalam al-Quran memiliki makna perbuatan zina, homoseksual, kedurhakaan istri terhadap suaminya (nusyûz), dan membunuh, lafaz al-Sû’ beserta derivasinya atau kata turunannya dalam al-Quran dapat berarti kemaksiatan kepada Allah, memakan riba, perbuatan syirik, perbuatan dusta, dan azab atau siksaan Allah. Pada penelitian ini, penulis ingin mencari informasi tentang pengertian, perbedaan penggunaan, dan penafsiran tentang lafaz-lafaz keburukan yang terdapat dalam al-Quran. Dalam pengumpulan data pada penulisan skripsi ini, penulis menggunakan metode analisis-deskriptif yang diawali dengan studi pustaka (library research), dengan merujuk pada referensi utama (primer) dari kitab al-Muʿjam al- Mufahras Li Alfâẕ al-Qurân al-Karîm karya Muhammad Fuâd ʿAbdul Bâqî dan kitab al-Mufrodât Fî Gharîb al-Qurân karya al-Raghîb al-Asfaẖânî, kemudian ditunjang dengan kitab tafsir ulama nusantara, yaitu Tafsîr al-Azhar karya Hamka dan Tafsîr al- Misbâh karya Quraish Shihab, sedangkan sebagai perbandingan, penulis merujuk pada kitab tafsir salah satu ahli tafsir Timur Tengah yaitu Tafsîr al-Ṯabarî buah karya Abû Jaʿfar Muhammad bin Jarîr al-Ṯabarî, serta literatur-literatur lainnya yang terkait dengan pembahasan skripsi ini. Melalui metode yang penulis tempuh ini, dapat ditarik kesimpulan bahwa masing-masing dari lafaz keburukan dalam al-Quran memiliki esensi makna yang beragam.
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/37522
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
ALAMUDDIN SYAH-FU.pdf4.41 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.