Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/37475
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorYardiid
dc.contributor.advisorAzrifitriaid
dc.contributor.authorZuha YUlianaid
dc.date.accessioned2018-01-15T03:35:05Z-
dc.date.available2018-01-15T03:35:05Z-
dc.date.issued2017-12-14-
dc.identifier.otherRafli Harviando-
dc.identifier.urihttp://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/37475-
dc.descriptionLENGKAPid
dc.description.abstractDiabetes Melitus (DM) merupakan penyakit metabolik, dengan jumlah penderita 9,1 juta pasien di Indonesia pada tahun 2014. 90% pasien DM menderita DM tipe 2. Pasien DM yang menjalani rawat inap beresiko mengalami drug related problems (DRPs) saat menerima pengobatan polifarmasi, yang disertai dengan penyakit lain. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi terjadinya DRPs pada pasien jaminan kesehatan nasional (JKN) rawat inap diabetes melitus tipe 2, di rumah sakit umum daerah (RSUD) kota Tangerang periode Januari 2016 hingga Juni 2016. Penilaian DRPs mengacu pada Pharmaceutical Care Network Europe(PCNE) versi 7.0, dengan kategori yang diambil adalah masalah efektivitas terapi dan kejadian yang tidak diinginkan (ROTD), dan kategori penyebab berupa pemilihan obat, dan dosis antidiabetes. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif, dengan pendekatanretrospektif dan desain cross sectional, menggunakan lembar rekam medis pasien sebanyak 117 sampel. Hasilnya didapatkan bahwa 13 pasien mengalami permasalahan obat, dimana 9 masalah berupa efektivitas terapi, dan 4 masalah reaksi yang tidak diinginkan (ROTD). Pada kategori penyebab, didapatkan 19 penyebab yang berhubungan dengan pemilihan obat, dan 11 penyebab yang berhubungan dengan pemilihan dosis. Pada penelitian ini juga diketahui bahwa tidak adanya hubungan antara variabel bebas yaitu jenis kelamin, usia, dan penyakit penyerta terhadap variabel terikat berupa DRPs kategori pemilihan obat dan pemilihan dosis, karena nilai P yang didapatkan adalah P>0,05. Selain itu, hubungan jenis terapi antidiabetes tidak memiliki hubungan bermakna dengan pemilihan dosis, namun berhubungan bermakna dengan pemilihan obat antidiabetes, dengan nilai P=0,03.Hubungan kejadian DRPs kategori pemilihan obat antidiabetesdan pemilihan dosis antidiabetes memiliki hubungan bermakna dengan pengendalian kadar glukosa darah sewaktu, dengan nilai P=0,01 dan P=0,01 (P<0,05), yang menunjukkan bahwa pemilihan obat antidiabetes dan pemilihan dosis antidiabetes akan mempengaruhi hasil pengukuran kadar glukosa darah sewaktu pasien.id
dc.language.isoidid
dc.publisherUIN Syarif Hidayatullah Jakarta: Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, 2017id
dc.subjectDiabetes Melitus Tipe 2id
dc.subjectAntidiabeid
dc.subjectDrug Related Problemsid
dc.subject(DRPsid
dc.subjectPCNE V7.0id
dc.titleIdentifikasi Drug Related Problems (DRPs) pada pasien diabetesmelitus tipe 2 peserta jaminan kesehatan nasionalid
dc.typebachelorThesisid
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
GHIFARIL AZIZ-FKIK.pdf3.85 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.