Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/37367
Title: Uji pengaruh ekstrak etanol 90% daun kelor (moringa oleifera) terhadap kadar serum testosteron, bobot testis, morfologi spermatozoa serta mounting frequency dan mounting latency tikus jantan galur sprague-dawley
Authors: Vishiply Dimalia
Advisors: Azrifitria
Delina Hasan
Keywords: moringa oleifera Lam;reproduksi tikus jantan;etanol 90%;testosteron;bobot testis;morfologi spermatozoa;mounting
Issue Date: 9-Aug-2017
Publisher: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta: Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, 2017
Abstract: Kelor (Moringa oleifera Lam.) merupakan tanaman dari keluarga moringaceae yang dikenal memiliki banyak manfaat, tidak hanya sebagai bahan makanan dan penambah nutrisi, tetapi juga digunakan sebagai obat untuk beragam penyakit. Penelitian sebelumnya menunjukkan adanya hasil yang kontradiktif pada kelor dalam mempengaruhi reproduksi pria. Penelitian ini dilakukan untuk menguji kembali pengaruh pemberian ekstrak daun kelor terhadap parameter kadar hormon testosteron, bobot testis, morfologi spermatozoa serta mounting frequency dan mounting latency. Sebanyak 20 ekor tikus jantan galur Sprague-Dawley dibagi menjadi empat kelompok, kelompok 1 (kontrol) diberikan Na-CMC 0,25% sebanyak 1 ml sedangkan kelompok 2-4 (kelompok perlakuan) diberikan ekstrak etanol 90% daun kelor dengan dosis 50, 200, 800 mg/kgBB selama 15 hari secara oral. Hasil analisa paired sample T-test menunjukkan bahwa ekstrak daun kelor tidak mempengaruhi serum testosteron secara bermakna (p≥0,05). Serum testosteron dalam rentang konsentrasi normal (0,66-0,54 ng/ml). Hasil analisa one way ANOVA bobot testis menunjukkan tidak adanya perbedaan bobot testis secara bermakna (p≥0,05), sedangkan analisa terhadap morfologi spermatozoa menunjukkan adanya peningkatan morfologi spermatozoa abnormal secara bermakna (p≤0,05) pada dosis 200 mg/kgBB dan 800 mg/kgBB. Uji Kruskal-Wallis menunjukkan tidak ada perbedaan yang bermakna terhadap mounting frequency dan mounting latency tikus jantan. Berdasarkan hasil penelitian ini maka diperoleh kesimpulan bahwa ekstrak etanol 90% daun kelor tidak mempengaruhi hormon testosteron, bobot testis dan mounting secara bermakna (p≥0,05), namun dapat mempengaruhi morfologi spermatozoa secara bermakna (p≤0,05).
Description: LENGKAP
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/37367
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
VISHILPY DIMALIA-FKIK.pdf5.01 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.