Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/37291
Title: Representasi perempuan dalam film : analisis wacana kritis Sara Mills dalam The Herd
Other Titles: --
Authors: Rista Dwi Septiani
Advisors: Siti Nurbaya
Keywords: sara mills
Issue Date: 20-Dec-2016
Publisher: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta: Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, 2016
Series/Report no.: -;--
Abstract: The Herd merupakan film independen bergenre horor karya sutradara asal Inggris, Melanie Light. Film tersebut dibuat untuk menyoroti penderitaan sapi-sapi betina di industri susu. Dalam film, peran sapi-sapi betina tersebut digantikan oleh perempuan. Penggantian peran ini menimbulkan pandangan yang saling bertolak belakang. Di satu sisi, penonton akan lebih memiliki rasa empati terhadap penderitaan sapi-sapi tersebut. Di sisi lain, representasi perempuan dalam film menjadi bias. Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah skripsi ini, yaitu bagaimana penggambaran perempuan ditinjau dari posisi subjek-objek dalam The Herd? Bagaimana penggambaran perempuan ditinjau dari posisi pembaca atau penonton dalam The Herd? Mengapa perempuan digambarkan secara bias oleh sutradara dalam The Herd? Untuk menjawab permasalahan di atas, metode yang digunakan peneliti adalah metode analisis wacana Sara Mills. Metode ini menganalisis suatu wacana dilihat dari dua posisi, yaitu posisi subjek-objek dan posisi pembaca. Analisis wacana Sara Mills sering digunakan dalam penelitian yang menitikberatkan pada wacana tentang perempuan. Titik perhatian metode ini adalah tentang bagaimana perempuan ditampilkan dalam teks, baik itu di dalam novel, gambar, foto, maupun berita. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan paradigma kritis. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori representasi Stuart Hall. Dia menjelaskan representasi sebagai konsep abstrak di kepala diterjemahkan ke dalam ‘bahasa’ dengan tujuan agar dapat menghubungkan konsep dan ide tentang suatu hal dengan tanda dari simbol-simbol tertentu. Data yang digunakan adalah rangkaian gambar dan dialog dalam film dan wawancara pribadi dengan sutradara The Herd, Melanie Light. Penelitian mengenai representasi perempuan ini ditinjau dari posisi subjek-objek dan posisi pembaca. Penelitian posisi subjek-objek dilakukan dengan menganalisis siapa yang menjadi subjek (pihak yang menjadi pencerita) dan siapa yang menjadi objek (pihak yang diceritakan oleh subjek) dalam setiap adegan dan dialog di Film The Herd. Sedangkan, posisi pembaca diteliti dengan melihat bagaimana kecenderungan penonton dalam melihat film tersebut. Apakah penonton memiliki kecenderungan untuk mengidentifikasikan dirinya ke pihak perempuan atau laki-laki. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa walaupun perempuan yang menjadi subjek pencerita, akan tetapi representasi perempuan dalam film masih bias. Dalam The Herd perempuan masih digambarkan sebagai sosok yang lemah, tidak dapat melawan ketika mendapatkan tindakan kekerasan, kedudukannya di bawah laki-laki, dan hanya menjadi objek eksploitasi oleh pihak laki-laki. Konsep keadilan dan kesetaraan gender yang dimunculkan dalam film pun tidak benar-benar ada karena masih terlihat kesenjangan antara posisi laki-laki dan perempuan atau posisi perempuan yang satu dengan perempuan lainnya. Kata Kunci : Subjek, Objek, Pembaca, Representasi, Perempuan, The Herd.
Description: viii, 106 hal.; 29,5 cm
metadata.dc.description.uri: --
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/37291
ISSN: --
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
RISTA DWI SEPTIANI-FDK.pdf2.83 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.