Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/37256
Title: Representasi kepemimpinan islam dalam talk show “makna & peristiwa” di Tvone
Other Titles: --
Authors: Tiara Desta Arum
Advisors: Gun Gun Heryanto
Keywords: kepemimpinan;pemimpin;islam;talk show dan naratif
Issue Date: 25-Nov-2016
Publisher: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta: Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, 2016
Series/Report no.: --;--
Abstract: Talk show “Makna & Peristiwa” di tvOne merupakan salah satu program acara yang membahas isu-isu yang sedang terjadi di dalam masyarakat yang dikupas dari sisi agama Islam. Ramainya isu tentang penentuan bakal calon pemimpin daerah yang akan dilaksanakan pada tahun depan, membuat program “Makna & Peristiwa” membahas tentang etika meraih kekuasaan yang menjelaskan memilih seorang pemimpin dalam sudut pandang Islam. Di satu sisi keberadaan umat Muslim yang menjadi mayoritas penduduk di Indonesia, memilih seorang pemimpin yang sesuai dengan ajaran agama Islam adalah hal yang dianjurkan. Namun, di sisi lain keberagaman penduduk di Indonesia menjadikan masyarakat harus lebih toleransi dalam kehidupan berbangsa. Berangkat dari latar belakang tersebut maka timbul pertanyaan apa pesan yang terdapat dalam talk show “Makna & Peristiwa” di tvOne? dan bagaimana talk show “Makna & Peristiwa” di tvOne memaknai pesan kepemimpinan Islam dalam memilih calon pemimpin? Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori naratif dari Walter Fisher. Dalam teori naratif fisher menjelaskan bahwa pada dasarnya manusia adalah makhluk pencerita dan kisah kehidupan manusia akan dipenuhi oleh cerita atau narasi. Paradigma narasi ingin membuktikan bahwa dengan narasi dapat menjadi titik tengah dari pemikiran rasional dan pemikiran tradisional. Narasi memiliki ukuran untuk memastikan nilai pada sebuah cerita melalui tingkat koherenitas. Ada tiga tahapan untuk mengukur nilai koherenitas narasi yaitu dengan koherensi struktural, koherensi material dan koherensi karakterologis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kualitatif dan paradigma yang dipakai yaitu konstruktivis. Metode analisis yang dipakai adalah metode analisis semiotika model Charles Sander Peirce. Semiotika model Charles Sander Peirce mengungkapkan bahwa tanda dapat memberikan makna yang lain. Tanda tersebut dapat diklasifikasikan melalui ikon, indeks dan simbol. Setelah menglasifikasikan tanda maka peneliti menghubungkannya dengan teori yang dipakai. Dari hasil temuan penelitian makna kepemimpinan Islam yang terdapat dalam talk show “Makna & Peristiwa” di tvOne disajikan dengan membangun karakter sosok pemimpin yang ideal dan patut dipilih oleh umat Islam. Seorang pemimpin yang wajib dipilih oleh umat Islam adalah seorang Muslim yang ditandai oleh beberapa narasi memperlihatkan hal tersebut. Kemudian tanda yang memperlihatkan bagaimana sistem memilih seorang pemimpin yang dianjurkan dalam agama Islam yaitu melalui ulil amri hal tersebut dianjurkan untuk menghindari adanya money politic dan black campaign saat mendekati pemilihan calon pemimpin. Meskipun agama Islam menjadi agama mayoritas penduduk di Indonesia tetapi dalam sistem kepermimpinannya hanya mengambil nilai-nilai dari agama Islam namun tidak bisa sebagai sistem pemerintahannya
Description: viii, 113 hal.; 29,5 cm
metadata.dc.description.uri: --
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/37256
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
TIARA DESTA ARUM-FDK.pdf3.83 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.