Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/3703
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorSuady, S. Evangelinein_ID
dc.contributor.advisorNeneng Tati Sumiatiin_ID
dc.contributor.authorFiranti Handayani-
dc.date.accessioned2012-10-05T13:59:21Z-
dc.date.available2012-10-05 13:59:21.703+07-
dc.date.copyright11-05-2010-
dc.date.created2010-
dc.date.issued2012-10-05-
dc.identifier.urihttp://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/3703-
dc.descriptionxiv, 94 hal.; 28 cmin_ID
dc.description.abstractF) Maraknya penyalahgunaan narkoba terjadi di berbagai belahan dunia termasuk di Indonesia. Penelitian yang dilakukan oleh BNN bekerja sama dengan Puslitkes UI pada tahun 2008 memperoleh hasil bahwa jumlah penyalahguna narkoba di Indonesia diperkirakan sebanyak 3,1 juta sampai 3,6 juta orang. Adapun institusi yang diberikan tanggung jawab untuk mengkoordinasikan strategi dan implementasi penanggulangan permasalahan narkotika di Indonesia adalah Badan Narkotika Nasional. Fenomena yang terjadi di Badan Narkotika Nasional sendiri adalah residen yang kabur dari rehabilitasi dan dari 100 residen yang kabur 97 orang diantaranya pasti relapse. Banyak hal yang memicu residen ingin kabur dari rehabilitasi salah satunya aspek internal dari dalam diri mereka sendiri, diantaranya kekuatan karakter dan resiliensi. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan positif yang signifikan antara kekuatan karakter dengan resiliensi pada residen narkoba di unit pelaksana teknis (upt) terapi dan rehabilitasi Badan Narkotika Nasional Lido. Sampel yang merupakan residen sejumlah 134 orang diambil dengan teknik purposive sampling dan diberikan angket untuk mengukur kekuatan karakter serta resiliensi mereka. Jawaban terhadap skala kekuatan karakter diukur kemudian digunakan untuk membagi responden menjadi tiga kategori, yakni responden yang memiliki kekuatan karakter tinggi, sedang, dan rendah, begitu pula yang dilakukan terhadap skala resiliensi. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji korelasi pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menyatakan bahwa ada hubungan positif yang signifikan antara kekuatan karakter dengan resiliensi. Dimana jika kekuatan karakter residen tinggi maka resiliensinya akan tinggi pula dan sebaliknya jika kekuatan karakter residen rendah maka resiliensinya akan rendah pula. Hasil penelitian tambahan menunjukkan bahwa kekuatan karakter memberikan kontribusi sebesar 62,7 % terhadap resiliensi dimana gratitude merupakan kekuatan karakter yang memberikan kontribusi paling besar terhadap resiliensi sebesar 29,3% sekaligus merupakan kekuatan karakter yang memiliki korelasi terbesar dengan resiliensi dengan pearson product moment r sebesar 0,542. Hal yang perlu diperhatikan dalam penelitian selanjutnya adalah pengadministrian alat ukur, serta sampel penelitian yang lebih homogen.in_ID
dc.publisherJakarta: Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah, 2010in_ID
dc.relation.ispartofseries0111-05-8023;964 PSI pin_ID
dc.titleHubungan antara kekuatan karakter dengan resiliensi residen narkoba di unit pelaksana teknis (UPT) terapi dan rehabilitas badan narkotika nasioanl lidoin_ID
dc.typeSkripsiin_ID
dc.uinjkt.lokasiPerpustakaan Utama UIN Syarif Hidayatullah Jakartain_ID
dc.uinjkt.pemilikPerpustakaan Utama UIN Syarif Hidayatullah Jakartain_ID
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
FIRANTI HANDAYANI-FPS.PDF2.48 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.