Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/36970
Title: Al-Qur’an dan Jimat (Studi Living Qur’an pada Masyarakat Adat Wewengkon Kasepuhan Lebak Banten)
Authors: Yadi Mulyadi
Advisors: Masri Mansoer
Issue Date: 4-Dec-2017
Publisher: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta: Pascasarjana Fakultas Ushuluddin, 2017
Abstract: Penelitian ini bermula dari permasalahan bagaimana masyarakat Adat Wewengkon Kasepuhan Lebak Banten menggunakan al-Qur’an sebagai jimat. Masyarakat Adat Wewengkon Kasepuhan meyakini jimat sebagai jalan alternatif secara praktis untuk mencapai sebuah tujuan dalam memecahkan pelbagai masalah. Al-Qur’an, pada dasarnya berfungsi sebagai petunjuk bagi seluruh manusia dan khususnya umat Islam. Oleh sebagian manusia, al-Qur’an juga dapat difungsikan sebagai jimat, karena diyakini bahwa ayat-ayat bahkan huruf-huruf al-Qur’an mengandung kekuatan magis yang dapat digunakan untuk tujuan-tujuan tertentu seperti pengobatan, kekebalan, karismatik, keselamatan, dan penglaris. Seperti yang telah dikatakan Bruce Lawrence, sebagian orang-orang Islam memilih al-Qur’an untuk mengambil ayat-ayat tertentu dan mengeluarkannya dari konteks secara keseluruhan ketika mereka akan membuat pernyataan tentang sebuah pandangan normatif dunia Islam. Sebagian umat muslim menganggap al- Qur’an sebagai mukjizat yang magis, menggunakan kata-katanya dengan cara berbisik, menciumnya, atau meminumnya yang dapat digunakan sebagai kesembuhan dan harapan-harapan tertentu. enelitian ini, menggunakan metode etnografi ames . Spradley yang bersifat deskriptif kualitatif. Tujuan dari etnografi, untuk memahami cara-cara kehidupan lain dari sudut pandang masyarakat. Adapun studi pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan menggunakan pendekatan antropologi. Pendekatan ini digunakan berusaha untuk memotret apa adanya tentang dimensi-dimensi kepercayaan, keyakinan, ritual dan tradisi secara holistik. Adapun makna dari mempraktikan jimat al-Qur’an itu bagian dari penghormatan, pemuliaan dan pelestarian masyarakat terhadap al-Qur’an. Motif dan tujuan masyarakat Kasepuhan dalam menggunakan jimat karena memiliki beragam manfaat, antara lain: Pertama, jimat dapat menyelamatkan diri dan memberikan kepercayaan/ketenangan dalam menyelesaikan berbagai persoalan hidup. Kedua, dapat berfungsi sebagai karismatik yang tinggi dalam pandangan setiap manusia demi mempertahankan eksistensi kekuasaan. Ketiga, digunakan sebagai penglaris dalam perdagangan untuk kepentingan stabilitas ekonomi. Keempat, sebagai penyembuh dari berbagai penyakit untuk kepentingan masyarakat luas baik yang mengendap penyakit yang tak kunjung sembuh dan lain sebagainya. Dalam prosesi penggunaan jimat mesti dalam keadaan suci, tidak digunakan dalam keangkuhan dan kesemobongan serta mematuhi petunjuk kyai. Adapun ketika mempergunakannya, jimat diletakan pada bagian ambang pintu dan lemari, mengenakan jimat pada bagian sabuk, meletakan jimat ke dalam dompet, dan mencampurkan jimat yang berukuran kecil ke dalam parfum.
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/36970
Appears in Collections:Tesis

Files in This Item:
File SizeFormat 
YADI MULYADI-FU.pdf5.17 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.