Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/36877
Title: Karakteristik Kajian Hadis di Indonesia Tahun 2011-2016
Authors: Lili Siwidyaningsih
Advisors: Rifqi Muhammad Fatkhi
Issue Date: 2-Jun-2017
Publisher: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, 2017
Abstract: Skripsi ini meneliti tentang perkembangan kajian hadis di Indonesia tahun 2011- 2016, yang ditinjau melalui artikel kajian hadis berkala ilmiah. Penelitian ini diawali dari perdebatan pendapat mengenai perkembangan kajian hadis di Indonesia. Terdapat beberapa anggapan yang menyatakan bahwa kajian hadis di Indonesia tergolong lambat, bahkan mengalami titik stagnasi. Kajian hadis di Indonesia dikatakan sangat jarang dilakukan, berbeda dengan kajian keilmuan lainnya. Namun dilain hal, banyak yang menyatakan bahwa kajian hadis semakin marak diminati. Baik oleh para sarjana muslim maupun non-muslim. Penelitian skripsi ini merupakan jenis penelitian kepustakaan (library researh). Untuk itu, digunakan bahan-bahan kepustakaan sebagai sumber primer yakni artikel-artikel kajian hadis yang diterbitkan oleh Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri. Serta beberapa data sekunder yaitu, Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepualauan Nusantara Abad XVII & XVIII Akar Pembaharuan Islam di Indonesia yang ditulis oleh Azyumardi Azra, Kitab Kuning Pesantren dan Tarekat: Tradisi-tradisi Islam di Indonesia karya Martin Van Bruinessen yang telah diterjemahkan oleh Farid Wadji dan Rika Iffanti, Dari Haramain ke Nusantara Jejak Intelektual Arsitek Pesantren buah karya dari Abdurrahman. Dalam mengolah data, langkah pertama yang dilakukan adalah mengumpulkan artikel-artikel kajian hadis yang diterbitkan oleh Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri. Kemudian artikel-artikel tersebut saya analisis dengan menggunakan metode analisis isi yang dipahami berdasarkan latar belakang permasalahan pada setiap artikel kajian hadis. Selanjutnya saya melakukan pengklasifikasikan berdasarkan empat wilayah kajian hadis, yaitu sanad, matan, tokoh, dan teori. Setelah itu artikel kajian hadis dideskripsikan berdasarkan pengklasifikasian yang telah ada. Dengan demikian, kesimpulan yang dapat diberikan bahwa kajian hadis hingga saat ini masih tetap berjalan. Hal ini dilihat sejak awal mula kajian hadis hingga saat ini, kajian matan masih meramaikan diskursus keilmuan hadis. Selain itu, kajian hadis pada abad XXI dapat dikatakan mengalami perkembangan. Hal ini dilihat berdasarkan tematema kajian hadis yang telah dipopulerkan oleh para sarjana hadis. Tema kajian hadis saat ini tidak hanya seperti pada masa awal kajian yang hanya membahas terkait masalah sosial keagamaan. Namun telah merambat pada wilayah lingkungan, pendidikan, gender, dan hukum. Hal ini tidak lain karena seiring perkembangan waktu semakin bertambah dan juga kompleksitas permasalahan yang ada. Kajian hadis saat ini didominasi oleh tema-tema kajian hukum. Hal ini ditunjukkan dari pengklasifikasian artikel kajian hadis yang dilihat berdasarkan latar belakang permasalahan yang terdapat pada artikel. Tema kajian hukum pada kajian hadis sendiri menunjukkan bahwa hari ini hadis tidak hanya dijadikan sebagai praktek keagamaan, tetapi merambat pada kebutuhan legitimasi untuk setiap aspek kehidupan, termasuk dalam persoalan sehari-hari dan menjadi alat justifikasi bagi setiap tindakan yang dilakukan.
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/36877
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
LILI SIWIDYANINGSIH-FU.pdf5.57 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.