Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/36862
Title: Bidadari dalam al-Qur’an (Perspektif Mufassir Indonesia)
Authors: Syafa’attus Shilma
Advisors: Mafri Amir
Issue Date: 29-Jul-2017
Publisher: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, 2017
Abstract: Beberapa masyarakat salah dalam memahami arti bidadari yang telah digambarkan dalam al-Qur’an ini. Bahkan ada sebagian masyarakat yang mempersalah gunakan janji-janji Allah tersebut. Seperti yang kita ketahui bahwa salah satu kenikmatan yang telah dijanjikan Allah SWT kepada hamba-hamba pilihan Allah ialah teman pendamping di surga, yakni bidadari. Sebagaimana yang telah dijelaskan dalam al-Qur’an. Penciptaan bidadari dan juga sifat-sifatnya. Namun yang sering menjadi perdebatan ialah sosok bidadari yang akan menjadi teman pendamping di surga nanti. Sosok yang memiliki sifat dan karakter yang sangat indah, selalu terjaga dan terciptakan hanya dari kebaikan dan keindahan. Tetapi, seringkali kita pahami bahwa bidadari merupakan sosok perempuan yang khusus Allah berikan kepada para penghuni surga laki-laki. Sedangkan di surga itu tidak hanya dihuni oleh para lelaki saja. Kemudian untuk para perempuan yang menjadi istri sholehah dan juga selalu taat beribadah kepada Allah apakah merupakan sosok bidadari yang dimaksudkan tersebut? Kemudian sebagai perempuan muslimah yang selalu mentaati perintah Allah akankah juga mendapatkan bidadari dengan sosok laki-laki. Dalam penelitian ini penulis menggunakan motode penelitian Tafsir Mawdhu’i dengan mengumpulkan ayat-ayat yang ada dalam al-Qur’an yang memiliki tema yang serupa. Kemudian penulis menggunakan metode komparatif untuk mengkomparasikan beberapa pendapat mufassir Indonesia mengenai makna bidadari dalam al-Qur’an. Urgensi dari penelitian ini ialah diharapkan dapat memberikan pemahaman secara benar mengenai bidadari surga yang telah dijelaskan dalam al-Qur’an serta memberikan pemahaman bahwa kenikmatan terbesar yang Allah berikan kepada hamba-Nya bukan nikmat mendapatkan bidadari, melainkan mendapat ridha-Nya serta bertemu dengan-nya. Selain itu juga dapat memberikan motivasi para muslimah agar menjadi pribadi yang memiliki sifat dan karakter yang ada pada bidadari surga. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari beberapa mufassir Indonesia memberikan penjelasan bahwasanya bidadari ialah sebutan untuk sosok perempuan yang memiliki kepribadian baik. Mereka selalu terjaga kesuciannya, yang tersimpan dalam khemah yang terbuat dari mutiara. Baik mereka yang berasal dari dunia maupun yang di surga. Lebih dari itu bahwa sesunguhnya nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada hamba-Nya ialah mendapat keridhaan-Nya.
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/36862
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
Skripsi___Syafa'attus Shilma__1113034000132 - Watermark.pdf8.67 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.