Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/36861
Title: Ayat-ayat kauniyah tentang menjaga keseimbangan ekologi ( Studi Komparatif Penafsiran Thantāwī Jauhārī dan Zaghlul Al-Najjār
Authors: Nani
Advisors: Muhammad Rifqi Muchtar
Issue Date: 4-Sep-2017
Publisher: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, 2017
Abstract: Dewasa ini krisis ekologi merupakan tantangan global umat manusia pada awal abad 21 yang belakangan telah marak diperbicangkan. Pemerintah dan masyarakat dunia, dimanapun berada, merasakan keprihatinan mendalam mengenai krisis lingkungan ini. Karena krisis tersebut meliputi seluruh sistem ekologi alami di bumi, termasuk hal-hal yang berkaitan dengan manusia; seperti udara yang kita hirup, makanan yang kita makan, air yang kita minum, termasuk sistem organ di dalam tubuh kita. Krisis lingkungan yang secara ilmiah-filosofis disebut krisis ekologi ini merupakan refleksi krisis spiritual manusia modern yang telah menghilangkanTuhan dalam hubungannya terhadap alam. Kesalahpahaman dan kegagalan manusia dalam memahami hakikat serta realitas alam menyebabkan sikap eksploitatif terhadapnya. Manusia telah mereduksi makna alam. Alam dipahami sebagai sesuatu yang tidak memiliki nilai intrinsik dan spiritual kecuali semata-mata nilai yang dilekatkan oleh manusia terhadapnya. Alam hanya dipandang sebagai obyek pemuas nafsu yang tidak berkesadaran, pelayan nafsu syahwat eksploitatif manusia. Sehingga alam telah menjadi layaknya pelacur yang dimanfaatkan tanpa rasa kewajiban dan tanggung jawab terhadapnya. Dalam penelitian ini penulis mengambil dua tokoh tafsir yang bercorak ilmy Syaikh Thantāwī Jauharī dan Zaghlul al-najjār. Dengan nama Kitab aljawahīr fī tafsīr al-quran al-karim karya Thantawi Jauhari dan āyātul Kaunīyah fī tafsir al-qurān al-karīm karya Zaghlul al-najjār. Tafsir ini memberi warna baru dalam sejarah penafsiran al-quran Pendapat yang dikemukakanya adalah bahwa alquran mengandung lebih dari 750 ayat yang berhubungan dengan sains dan hanya 150 ayat yang berkenaan dengan fiqh. Namun kebanyakan ulama membuat karya tafsir yang berhubungan dengan ilmu fiqh. Ia berkeyakina bahwa jika al-quran di jadikan petunjuk dan pendorong perkembangan ilmu pengetahuan maka orang Islam dapat memperbaiki nasibnya. Penulis merumuskan dalam penelitian ini pertama; bagaimana penafsiran Thantāwī Jauharī dan Zaghlul al-najjār dalam menafsirkan ayat-ayat kauniyah tentang keseimbangan ekologi dan perbedaan penafsiran keduanya. Dan penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan ( library research ) dengan menggunakan metode komparasi. Sebuah metode memperbandingkan atau memeriksa dua hal baik untuk mengetahui persamaan dan perbedaan Hasil dari penelitian ini mengatakan bahwa berdasarkan penafsiran kedua tokoh tersebut terhadap ayat kauniyah tentang keseimbangan ekologi terlihat jelas keduanya dipengaruhi oleh pemikiran ilmu pengetahuan dan sains modern. Didalam penafsiranya beliau kedua toko tersebut menyandingkan dengan teoriteori ilmiah yang telah berkembang sampai saat ini
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/36861
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
SKRIPSI WATERMARK.pdf1.03 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.