Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/36827
Title: Miskonsepsi Siswa SMA Pada Konsep Difusi dan Osmosis Setelah Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning (PJBL)
Authors: Kartika Dewi
Advisors: Nengsih Juanengsih
Yuke Mardiati
Keywords: Miskonsepsi, Project Based Learning (PjBL), Difusi dan Osmosis
Issue Date: 16-Oct-2017
Publisher: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, 2017
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan miskonsepsi siswa pada konsep difusi dan osmosis setelah penerapan model pembelajaran project based learning (PjBL). Penelitian ini dilakukan di SMAN 2 Cibinong Tahun ajaran 2016/2017 dengan menggunakan metode quasi eksperimen yang menggunakan desain penelitian nonequivalent control group design dan pengambilan sampel dengan teknik probability sampling. Sampel penelitian sebanyak 35 orang siswa kelas eksperimen dan 34 orang siswa kelas kontrol. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes berbentuk multiple choice dengan reasoning terbuka yang dilengkapi dengan certainty of response index (CRI) yang terdiri 20 butir soal, lembar kerja siswa (LKS), lembar observasi siswa dan guru, serta lembar pedoman wawancara. Data hasil penelitian menunjukkan miskonsepsi siswa setelah proses pembelajaran tergolong rendah. Analisis data derajat miskonsepsi pada posttest dengan independent sample t-test, diperoleh signifikansi sebesar 0,721 yang menunjukkan bahwa nilai signifikansi > α, yang berarti H0 ditolak. Dengan demikian hipotesis yang diajukan teruji oleh data, sehingga disimpulkan bahwa derajat miskonsepsi siswa kelas eksperimen lebih rendah daripada siswa kelas kontrol. Data hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa pada kelas kontrol dan eksperimen memiliki miskonsepsi yang berbeda. Miskonsepsi terbesar pada kelas kontrol mengenai konsep proses difusi dan penerapan proses osmosis, sedangkan pada kelas eksperimen mengenai contoh proses osmosis dan perubahan struktur membran sel dalam larutan hipotonis. Hasil wawancara intensif mengungkapkan penyebab miskonsepsi yang dialami siswa berasal dari dalam diri siswa, diantaranya disebabkan oleh reasoning yang tidak lengkap atau salah karena pemahaman siswa yang tidak utuh, intuisi yang salah, dan beberapa diantaranya miskonsepsi yang berasal dari sumber belajar yang kurang tepat.
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/36827
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
KARTIKA DEWI-FITK.pdf12.76 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.