Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/36756
Title: Bahasa Isyarat Indonesia Di Komunitas Gerakan Untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia
Other Titles: --
Authors: Diyah Kardini Maulida
Advisors: Tantan Hermansah
Keywords: Semiotika,Bahasa Isyarat, Semiotika,Bahasa Isyarat, BISINDO, BSL, Tunarungu dan Komunikasi
Issue Date: Jul-2017
Publisher: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta: Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi, 2017
Series/Report no.: --;--
Abstract: Penyandang tunarungu merupakan kelompok yang menggunakan bahasa isyarat untuk berkomunikasi. Secara alami, kaum tunarungu memaksimalkan sisa indra pada tubuh yang masih berfungsi secara maksimal untuk dapat menerima respon dari luar tubuh mereka. Salah satu bentuk rangsangannya berupa informasi bahasa yang dapat diterima melalui indra penglihatan. Selain itu, cara pemahaman bahasa pada tunarungu berbeda dengan cara pemahaman pada orang normal. Salah satu cara pembelajaran bahasa pada tunarungu adalah dengan memaksimalkan indra penglihatan sebagai alat dalam menerima rangsangan informasi bahasa dan penggunaan bahasa isyarat sebagai cara melatih komunikasi bahasanya. Perbendaharaan kata dalam bahasa tidak dapat dijelaskan melalui pembelajaran secara audio karena ketidakmampuan tuna rungu dalam mendengar. Rangsangan informasi tersebut berupa visualiasi kata-kata ke dalam bentuk gambar-gambar sebagai pengganti cara-cara audio pada orang normal. Berdasarkan permasalahan di atas, penelitian ini akan menjawab: “Bagaimana mengartikan isyarat bahasa kata tulisan ke dalam bentuk simbol?” dan “Adakah persamaan gerakan dari Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) dengan bahasa isyarat dari negara lain?” Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode semiotika dengan pendekatan kualitatif deskiriptif. Adapun teori yang digunakan adalah teori Semiotika Ferdinand de Saussure. Semiologi merupakan sebuah ilmu yang mengkaji tentang kehidupan tanda-tanda di tengah masyarakat dan menjadi disiplin ilmu psikologi sosial. Tujuannya adalah untuk menunjukkan bagaimana terbentuknya tanda-tanda beserta dengan kaidahkaidah yang mengaturnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam berkomunikasi dengan menggunakan bahasa isyarat, peran ekspresi, gerak bibir, bahasa tubuh dan interpreter sangatlah dibutuhkan. Tetapi selain dari hal-hal tersebut, upaya untuk mendalami dan mempelajari bahasa isyarat pun menjadi hal yang penting untuk memperlancar jalannya komunikasi antara individu tunarungu dengan individu normal. Selain itu, bahasa isyarat dalam satu negara dengan negara lain sangatlah berbeda. Semua itu tergantung dari latar belakang budaya masing-masing negara. Dengan adanya BISINDO sebagai salah satu bahasa isyarat yang ada di Indonesia menjadi ciri kahs tersendiri bagi budaya Indonesia yang tidak terdapat pada isyarat negara lain. Kata Kunci : Semiotika,Bahasa Isyarat, BISINDO, BSL, Tunarungu dan Komunikasi
Description: xii, 103 hal,; 29,5 cm
metadata.dc.description.uri: --
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/36756
ISSN: --
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
DIYAH KARDINI MAULIDA-FDK.pdf6.89 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.