Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/36719
Title: Autentisitas Hadis Nabi: Studi Riwayat Nafi' Mawla Ibn Umar dalam Kitab al-Sahihayn
Authors: Abdul Hakim Wahid
Advisors: Said Agil Husin al-Munawwar
Zaitunah Subhan
Keywords: Research Subject Categories::HUMANITIES and RELIGION;Research Subject Categories::LAW/JURISPRUDENCE
Issue Date: 30-Sep-2017
Publisher: Nusa Litera Inspirasi
Abstract: Pertanyaan apakah ada hadis yang autentik berasal dari Nabi, merupakan isu yang berkembang dalam kesarjanaan hadis di dunia Barat. Hadis-hadis yang telah terkodifikasi dalam kitab al-S}ah}i>h}ayn yang dipercaya umat Islam sebagai karya terpercaya dan diakui sebagai sumber kedua dalam penggalian hukum, setelah diteliti dengan metode kritik sarjana Barat ternyata tidak dapat dianggap sebagai sesuatu yang berasal dari Nabi. Salahsatu teori yang diakui oleh sarjana modern dapat menentukan kapan dan dimana suatu hadis mulai beredar secara luas adalah teori common link. Dengan mengaplikasikan teori tersebut, GHA Juynboll menetapkan bahwa Na>fi’ mawla Ibn Umar, seorang perawi dalam kelompok As}ah al-Asa>nid sesuai pendapat al-Bukhari, ribuan hadis yang ia riwayatkan tidak dapat dipertanggung jawabkan sebagai hadis autentik. Karena itu, maka disertasi ini bertujuan untuk mendapatkan bukti autentisitas hadis riwayat Nāfi’ mawlā Ibn ‘Umar yang terdapat dalam kitab al-S}ah}i>h}ayn. Manfaat dari penelitian ini adalah untuk memperkaya kajian kritik hadis dan memperkuat posisi hadis yang telah diteliti untuk dijadikan dasar penetapan hukum. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Na>fi’ Mawla Ibn Umar, yang disebut sebagai seorang fiktif dan hadis yang diriwayatkannya dianggap tidak memiliki nilai historis oleh Joseph Schacht dan Juynboll, karena ia tidak pernah berstatus sebagai common link dalam bundel sanad, dan juga termasuk dalam kategori sanad keluarga, adalah orang yang kredibel dalam transmisi hadis. Penelitian yang telah dilakukan, menemukan bahwa Na>fi’ menempati posisi common link dalam beberapa bundel sanad, oleh karena itu, maka hadis-hadis yang diriwayatkannya dapat dinyatakan memiliki nilai historis dan autentik. Penelitian ini juga membuktikan bahwa perawi dengan status common link, yang dianggap sama dengan istilah madar dalam ilmu hadis, dan diasumsikan sebagai pembuat hadis palsu, ternyata orang-orang tersebut bukanlah pemalsu hadis, karena dalam beberapa bundel sanad ditemukan bahwa common link sebuah hadis adalah seorang sahabat dan bahkan Nabi sendiri. Kesimpulan dalam penelitian ini sejalan dengan pandangan sarjana muslim yang telah menetapkan bahwa sanad dengan jalur Na>fi’ dari Ibn Umar adalah jalur periwayatan terpercaya. Disertasi ini pada prinsipnya bertujuan untuk memperkuat kesimpulan Muhammad ‘Ajja>j al-Kha>tib (1980) dan Muhammad Must}afa ‘Az}ami> (2004), yang menyatakan bahwa para orientalis dalam penelitian mereka, telah berpedoman pada data sejarah yang terkadang tidak obyektif dan tidak dipahami secara benar sesuai dengan kaidah bahasa Arab, karena dengan penelitian yang hati-hati terhadap contoh-contoh yang mereka tampilkan dan kembali kepada referensi asli dari suatu materi, menunjukkan adanya inkonsistensi mereka, baik di dalam teorinya sendiri maupun dalam penggunaan bahan sumber. Selain itu, terdapat pula kesalahan mereka dalam memahami fakta, dan realitas politik serta geografis, bahkan kesalahan dalam menafsirkan makna teks dan metode kutipan yang dipraktekkan oleh para ilmuwan muslim awal. Disertasi ini juga mendukung pendapat Harald Motzki (2010) yang menyatakan bahwa kesimpulan utama Juynboll tentang Na>fi’ tidak dapat dipertahankan, karena dengan menggunakan analisis isnad-cum-matan, terhadap contoh yang sama, dapat menunjukkan kesalahan dari kesimpulan Juynboll, sehingga tidak diragukan bahwa hadis yang Na>fi’ riwayatkan memang kembali kepadanya, dan tidak diciptakan oleh Malik, lalu menyebarkannya secara luas untuk pertama kali. Temuan dalam disertasi ini berbeda dengan kesimpulan Joseph Schacht (1950), dan GHA Juynboll (1993), yang menyatakan bahwa setiap hadis hukum yang berasal dari Nabi, harus dinyatakan sebagai sesuatu yang tidak autentik dari Nabi, tetapi merupakan ungkapan fiktif dari doktrin hukum yang dirumuskan kemudian hari. Sebagian besar hadis hukum tersebut, yang diriwayatkan Malik bin Anas dari generasi sebelumnya, yaitu pada kuartal kedua abad kedua Hijriah, tidak ada satupun yang dapat dianggap sebagai hadis autentik. Kemudian jalur sanad Na>fi’  Ibn Umar  Nabi, salah satu rangkaian perawi yang banyak ditemukan dalam kitab hadis kanonik, ketika metode penelitian historiografi terbaru diterapkan padanya, ternyata tidak dapat dipertahankan sebagai jalur periwayatan yang layak secara historis. GHA Juynboll (2001), juga menyatakan bahwa bentuk periwayatan yang digambarkan dalam jalur tunggal, seperti fulan  fulan  fulan, yang menggambarkan hubungan antara satu guru dengan satu murid kemudian dengan satu murid dan seterusnya, yang terkadang melintasi sekitar 200 tahun, jalur tunggal tersebut tidak dapat mengklaim ukuran historisitas apapun. Kemungkinan besar, hadis yang diriwayatkannya adalah hasil karya penyusun kitab kanonik atau hasil karya narasumber atau guru mereka. Sumber utama disertasi ini adalah kita>b al-S}ah}i>h}ayn karya al-Bukha>ri> dan Muslim, kutub sittah, kitab-kitab hadis pre-kanonik, dan kitab-kitab yang membahas kualitas para perawi. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dalam bentuk penelitian pustaka (library research) dengan pendekatan historis dan filologis. Analisis komparatif juga dilakukan terhadap metode-metode kritik hadis untuk mengetahui perbedaan hasil dari penggunaaan beberapa metode penanggalan hadis.
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/36719
ISBN: 978-602-50087-9-5
Appears in Collections:Buku (Bab atau Keseluruhan)

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
BAB 1 OK.pdf430.14 kBAdobe PDFView/Open
BAB 2 OK.pdf472.67 kBAdobe PDFView/Open
BAB 6 OK.pdf25.55 kBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.