Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/36713
Title: Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Obesitas Sentral Pada Wanita Usia 15-44 Tahun Di Posbindu Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Pasar Minggu Jakarta Selatan Tahun 2017
Authors: Ayu Savitri
Advisors: Ratri Ciptaningtyas
Keywords: Obesitas sentral;Wanita usia 15-44 tahun;Posbindu
Issue Date: 1-Jun-2017
Publisher: FKIK UIN JAKARTA
Abstract: Obesitas sentral merupakan penumpukan lemak dalam tubuh pada bagian perut dengan jumlah berlebih. Obesitas sentral menjadi salah satu penyebab terjadinya penyakit degeneratif. Obesitas sentral dipengaruhi oleh beberapa faktor risiko. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan obesitas sentral pada wanita usia 15-44 tahun di Posbindu wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Pasar Minggu Jakarta Selatan tahun 2017. Desain studi yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional. Sampel penelitian ialah 95 wanita usia 15-44 tahun yang diperoleh secara acak. Pengumpulan data dengan melakukan pengukuran lingkar pinggar, metode wawancara dengan menggunakan kuesioner, metode IPAQ untuk melihat aktivitas fisik dan wawancara Semi Quantitative FFQ untuk melihat konsumsi asupan energi, karbohidrat, protein, lemak, dan serat. Data dilakukan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi kejadian obesitas sentral pada responden sebesar 62,1%. Berdasarkan hasil analisis bivariat dengan tingkat kemaknaan 5% dapat diketahui bahwa faktor-faktor yang signifikan dan erat hubungannya dengan obesitas sentral adalah asupan serat [OR (kurang/cukup) = 9,663, CI (3,134-29,790)]; umur [OR (> 35 tahun/< 35 tahun) = 8,303, CI (2,979-23,142)]; asupan energi [OR (lebih/cukup] =5,045, CI (2,009-12,668)]; asupan lemak [OR (lebih/cukup) = 4,785, CI (1,995-11,710)]; asupan karbohidrat [OR (lebih/cukup)= 2,643, CI (1,126-6,201)]; riwayat obesitas pada keluarga (OR (ada/tidak ada)= 0,395, CI (0,159-0,983)] dan pekerjaan [OR (tidak bekerja/bekerja) = 0,128, CI (0,046-0,355)]. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk melakukan pencegahan dan penanggulangan dengan meningkatkan motivasi dan kesadaran masyarakat mengenai pola makan dengan cara meningkatkan asupan serat 2 kali dari rata-rata asupan yaitu 32 gram porsi per hari dengan mengkonsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan yang kaya akan serat 2-3 porsi sehari, membatasi asupan energi 200 gram porsi per hari atau setara dengan mengurangi 2 centong nasi, untuk membatasi asupan lemak tidak lebih dari 60 gram per hari dengan mengurangi konsumsi minyak maksimal 5 sendok makan per hari, dan membatasi asupan karbohidrat yang berasal dari gula maksimal 4 sendok makan perhari.
Description: lengkap
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/36713
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
AYU SAFITRI - FKIK.pdf2.88 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.