Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/36705
Title: Polisemi kata Wali dalam Al-Qur’an Studi Kasus Terjemahan Ali Audah dan Tafsir Mahmud Yunus
Authors: Uwes Alkurni
Advisors: Darsita Suparno
Keywords: Poliseni kata wali terjemahanbandingan
Issue Date: 25-Jul-2017
Abstract: Kagiatan menerjemahkan bukanlah suatu yang mudah, karena tidak semua orang bisa menerjemahkan dengan baik, dan tentunya menerjemahkan Al-Qur’an mempunyai tingkat kesulitan yang lebih tinggi daripada naskah-naskah yang lainnya. Di dalam skripsi ini penulis mengkaji tentang polisemi di dalam bahasa Arab dan menjadi persoalan dalam penerjemahannya ke dalam bahasa Indonesia. Polisemi merupakan satu kata atau leksem yang mengandung banyak makna dan dari banyaknya makna tersebut tidak saling bertentangan atau masih ada hubungannya. Banyaknya makna tersebut polisemi selain dapat berakibat negative juga merupakan unsur positif, disebut negatif karena dapat menimbulkan kesalahan penerimaan informasi, disebut positif karena justru memperkaya kandungan makna suatu bentuk kebahasaan sehingga lebih lentur untuk digunakan dalam berbagai konteks yang berbeda. Pada penelitian ini penulis lebih memfokuskan penelitian ini pada kata Wali dan Auliya yang ada di dalam Al- Qur’an dengan membandingkannya antara terjemahan The Holy Qur’an karya Abdullah Yusuf Ali oleh Ali Audah dan Tafsir Mahmud Yunus. Buku The Holy Qur’an yang diterjemahkan oleh Ali Audah dan Tafsir Mahmud Yunus merupakan karya manumental yang sampai saat ini tetap dipakai dan menjadi rujukan penting dalam memahami ayat-ayat Al-Qur’an. Penelitian yang penulis lakukan ini bertujuan untuk mengetahui makna terjemahan kata Wali di dalam terjemahan Tafsir The Holy Qur’an oleh Ali Audah dan Tafsir Mahmud Yunus dan bagaimana terjemahan makna kata Wali dalam terjemahan The Holy Qur’an oleh Ali Audah dan Tafsir Mahmud Yunus apakah terdapat persamaan dan perbedaan antar terjemahan keduanya. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan metode Deskriptif Analitis yaitu dengan cara mengumpulkan data-data dari Al-Qur’an hasil terjemahan The Holy Qur’an oleh Ali Audah dan Tafsir Mahmud Yunus kemudian dianalisis dengan membandingkan antara terjemahan The Holy Qur’an karya Abdullah Yusuf Ali oleh Ali Audah dan Tafsir Mahmud Yunus. Pada akhirnya setelah penulis analisis terjemahan kata Wali dan Auliya yang terdapat pada Tafsir Qur’an Karim karya Mahmud Yunus dan Terjemahan The Holy Qur’an oleh Ali Audah terdapat perbedaan dan persamaan antar keduanya, namun perbedaan itu hanya pada di diksinya saja karena kedua penerjemah tersebut masih satu pemahaman dalam memaknai arti kata Wali dan Auliya.
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/36705
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
UWES ALKURNI - FAH.pdf4.09 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.