Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/35721
Title: Eksistensi Agama Khonghucu di Kabupaten Majalengka (Studi Kasus Klenteng Hok Tek Tjeng Sin dan Penganut Agama Khonghucu)
Authors: YUSUF ANBAR FIRDAUSI
Advisors: Siti Nadroh
Issue Date: 10-Jul-2017
Abstract: Penelitian yang dilakukan dalam skripsi ini adalah penelitian tentang bagaimana eksistensi atau keberadaan Agama Khonghucu di Kabupaten Majalengka. Mengapa eksistensi menjadi suatu masalah? Seperti yang kita ketahui, Agama Khonghucu di Indonesia adalah salah satu agama minoritas yang memiliki masa lalu kelam di Indonesia. Pada masa Orde Baru, pelarangan terhadap segala hal yang berhubungan dengan agama ini menjadikan berkurangnya penganut atau bahkan fungsi rumah ibadahnya, yaitu klenteng. Klenteng adalah bukti adanya Agama Khonghucu di suatu daerah, atau setidaknya pernah ada. Keberlangsungan kegiatan penganut agama Khonghucu di klenteng Hok Tek Tjeng Sin yang berada di Kabupaten Majalengka menjadi hal yang menarik untuk dibahas. Disamping fakta bahwa klenteng ini adalah satu-satunya klenteng yang masih hidup di Kabupaten Majalengka, bagaimana usaha pengurus klenteng dan para penganut Agama Khonghucu untuk mempertahankan keberlangsungan klenteng pun menarik untuk diikuti. Penelitian ini bercorak penelitian lapangan (Field Research) yaitu penelitian yang dilakukan dengan terjun langsung ke lapangan, mewawancarai dan mengamati objek penelitian. Oleh karenanya penulis turun langsung ke lapangan, termasuk ke Klenteng Hok Tek Tjeng Sin, Badan Pusat Statistik Kabupaten Majalengka, masjid dan gereja yang berada di sekitar klenteng, hingga rumah-rumah narasumber. Penelitian ini juga didukung dengan penelitian perpustakaan (Library Research), yaitu penelitian yang dilakukan dengan menelusuri dokumen-dokumen, jurnal, buku-buku yang berhubungan dengan Agama Khonghucu di Indonesia. Di dalam penelitian ini, peneliti menemukan bahwa salah satu faktor yang paling penting mengapa klenteng ini masih ada dan berfungsi adalah seorang dokter, yaitu Dr. Iwan Satibi. Beliau adalah seorang dokter sekaligus rohaniwan agama Khonghucu yang selalu mengusahakan agar klenteng Hok Tek Tjeng Sin ini tetap berfungsi sebagaimana mestinya. Dengan hampir dirubuhkannya klenteng ini pada masa Orde Baru, dan mengingat sedikitnya jumlah penganut agama Khonghucu di Kabupaten Majalengka, Dr. Iwan Satibi adalah orang yang sangat layak diapresiasi tinggi. Faktor lainnya ialah penganut agama Khonghucu yang berasal dari luar Kabupaten Majalengka yang sampai penulisan skripsi ini masih rutin berdatangan untuk beribadah pada hari-hari tertentu
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/35721
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
YUSUF ANBAR FIRDAUSI-FUF.pdf4.74 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.